Market Hari Ini 10 Jul 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

RELI Bakal Bayarkan Deviden 29 Juli 2024, Cek Kinerjanya

RELI Bakal Bayarkan Deviden 29 Juli 2024, Cek Kinerjanya
RELI Bakal Bayarkan Deviden 29 Juli 2024, Cek Kinerjanya

Daftar Isi

  1. 01 Rekomendasi Analis

KABARBURSA.COM - PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) menargetkan transaksi harian perdagangan saham mencapai Rp 70 miliar per hari di tahun ini.

Mendekati akhir semester I-2024, kinerja pasar saham masih tampak lesu. Hal ini terlihat dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 5,05 persen secara year to date.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Andrew Novi Gunawan mengungkapkan bahwa beberapa peraturan baru di tahun ini mempengaruhi ekuitas pasar saham. "Meskipun suku bunga tinggi, inflasi semakin terkendali dan stabil, ujarnya saat paparan publik," katanya kepada media dikutip Rabu 10 Juli 2024.

Reliance Sekuritas optimis kinerja pasar saham akan kembali positif. Calon emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin ramai. Pelaku usaha semakin terbuka terhadap opsi pendanaan di pasar modal dengan menjadi perusahaan terbuka. Prospeknya masih cerah, ungkap Andrew.

Dalam dua bulan terakhir, saat kondisi pasar saham fluktuatif, transaksi Reliance Sekuritas justru meningkat. Pada Mei 2024, transaksi perdagangan saham di Reliance Sekuritas mencapai Rp 817 miliar. Jika angka ini bisa dipertahankan hingga akhir Desember, peningkatan transaksi akan kembali terjadi, lanjutnya.

Untuk mengoptimalkan transaksi, Reliance Sekuritas mendorong tingkat kepercayaan nasabah untuk tetap bertransaksi di tengah kondisi pasar saat ini dengan berbagai cara. Misalnya, pendekatan personal dengan nasabah, membantu memperbaiki portofolio nasabah, memberikan fasilitas dan kualitas terbaik, serta menawarkan berbagai solusi.

Saham RELI memiliki potensi menarik untuk investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang mencari dividen yield yang tinggi.

RELI mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan usaha yang konsisten, menunjukkan fundamental perusahaan yang sehat. Perseroan aktif dalam membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, menunjukkan komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi investor.

RELI memiliki strategi ekspansi bisnis yang agresif dan terus meningkatkan digitalisasi platformnya, menunjukkan prospek yang cerah di masa depan. Namun, investor perlu memperhatikan kondisi pasar saham yang fluktuatif dan cenderung negatif, yang dapat memengaruhi harga saham RELI dalam jangka pendek.

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) akan menebar dividen senilai Rp36,08 miliar. Alokasi dividen ini sekitar 99,99 persen dari laba bersih tahun buku 2023 yang mencapai Rp36,08 miliar. Para investor akan menerima dividen sebesar Rp20,048648 per lembar saham.

Sisanya, yakni 0,1 persen atau Rp94 dari laba bersih tahun buku 2023, ditetapkan sebagai laba ditahan dengan alokasi penggunaan yang belum ditentukan. Rencana pembagian dividen tunai ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada 26 Juni 2024.

Kebijakan pembagian dividen ini didasarkan pada data keuangan per 31 Desember 2023. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp36,08 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan belum ditentukan mencapai Rp94, dan total ekuitas perseroan mencapai Rp629,87 miliar.

Informasi Dividen:

  • Tanggal Cum Date: 26 Juni 2024
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 29 Juli 2024
  • Besaran Dividen: Rp 36 per saham

Data Saham RELI:

  • Harga Saham Terakhir (10 Juli 2024): Rp 510 per saham
  • Yield Dividen: 7,06 persen
  • Market Cap: Rp 2,6 triliun
  • P/E Ratio: 11,33
  • Book Value: Rp 451,82 per saham

Ulasan Saham RELI

Kinerja Saham:

  • Saham RELI mengalami kenaikan 11,53 persen dari Rp 460 per saham di awal tahun 2024 menjadi Rp 510 per saham per 10 Juli 2024.
  • Kinerja keuangan RELI di kuartal I-2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan:

    • Peningkatan laba bersih 47,6 persen
    • Peningkatan pendapatan usaha 28,8 persen

  • RELI menargetkan pertumbuhan laba tahun berjalan 28 persen di tahun 2024, menjadi Rp 46,14 miliar dibandingkan dengan Rp 36,8 miliar di tahun 2023.
  • Perseroan membagikan dividen Rp 36 miliar kepada para pemegang sahamnya dari laba bersih tahun 2023.

Faktor Pendorong Kinerja:

  • Peningkatan laba bersih di kuartal I-2024.
  • Meningkatnya total pendapatan di kuartal I-2024.
  • Peningkatan nilai transaksi saham RELI.
  • Peningkatan kontribusi dari aktivitas transaksi nasabah.
  • Meningkatnya pendapatan dari investasi.
  • Pengendalian biaya.

Rekomendasi Analis

Andika Saraswati dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan Buy dengan harga Rp 600 per Saham. Menurut Andika, kinerja keuangan RELI di kuartal I-2024 menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Peningkatan laba bersih dan pendapatan usaha menjadi sorotan utama. Strategi ekspansi bisnis yang agresif dan fokus pada digitalisasi platform menjanjikan prospek cerah di masa depan. Dengan yield dividen sebesar 7,06 persen, RELI menawarkan daya tarik yang sulit diabaikan dibandingkan rata-rata yield dividen di bursa efek Indonesia.

Reza Aprianto dari BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan Buy dengan target harga Rp 550 per Saham, menurutnya RELI konsisten menunjukkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan usaha, mencerminkan fundamental perusahaan yang solid. Kebijakan aktif perseroan dalam membagikan dividen menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan nilai tambah bagi investor. Pemulihan kondisi ekonomi Indonesia diharapkan akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis RELI.

Joshua Maruta dari Mandiri Sekuritas merekomendasikan Buy dengan target harga Rp 500 per Saham. Menurutnya Fluktuasi pasar saham yang cenderung negatif di semester I-2024 dapat mempengaruhi harga saham RELI dalam jangka pendek. Investor perlu menimbang profil risiko mereka secara cermat sebelum memutuskan berinvestasi di saham RELI. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait