Market Hari Ini 13 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Resmi Bagi Dividen, Pengamat Nilai BCA (BBCA) Mampu Jaga Pertumbuhan Bisnis yang Sehat

Pengamat Pasar Modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan langkah BCA dalam pembagian dividen ini menunjukkan bahwa fundamental perseroan masih sangat solid

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan membagikan dividen sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025.

Logo BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)
Logo BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan membagikan dividen sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025. Hal ini telah disetujui memalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis, 12 Maret 2026.

Pengamat Pasar Modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan langkah BCA dalam pembagian dividen ini menunjukkan bahwa fundamental perseroan masih sangat solid dan mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.

"Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp41,3 triliun atau setara dengan dividend payout ratio sekitar 72 persen dari laba bersih BCA yang mencapai sekitar Rp57,5 triliun pada 2025," ujar dia dalam keterangannya yang diterima Kabarbursa.com, Jumat, 13 Maret 2026.

Hendra menyebut dividen tersebut sebenarnya sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sekitar Rp281 per saham.

"Besarnya pembagian dividen ini mencerminkan kemampuan BCA dalam menjaga kinerja yang stabil sekaligus mempertahankan arus kas yang kuat," katanya.

Pembagian dividen yang besar ini juga menunjukkan bahwa BCA masih mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat. Sepanjang 2025, kinerja perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan positif, ditopang oleh ekspansi kredit yang stabil serta pertumbuhan dana pihak ketiga yang kuat.

"Kondisi ini memperlihatkan bahwa model bisnis BCA masih sangat resilient di tengah dinamika ekonomi global, sehingga perusahaan tetap mampu menghasilkan profitabilitas yang tinggi sekaligus memberikan return yang menarik bagi pemegang saham," jelas Hendra.

Selain pembagian dividen tersebut, manajemen juga membuka peluang untuk meningkatkan frekuensi dividen interim mulai tahun buku 2026. Hendra mengatakan jika kondisi keuangan perusahaan tetap solid, BCA berpotensi membagikan dividen interim lebih sering dalam setahun.

Menurutnya, kebijakan ini tentu menjadi sentimen positif bagi pasar karena mencerminkan stabilitas arus kas perusahaan sekaligus memperkuat daya tarik saham BCA sebagai saham dengan karakter dividend play yang konsisten.

"Bagi investor jangka panjang maupun investor institusi, kepastian distribusi dividen yang lebih rutin biasanya menjadi faktor penting dalam menjaga minat investasi," ungkapnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait