Market Hari Ini 04 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Restitusi Pajak Naik jadi Rp30,88 Triliun, ini Penyebabnya

Restitusi Pajak Naik jadi Rp30,88 Triliun, ini Penyebabnya
Restitusi Pajak Naik jadi Rp30,88 Triliun, ini Penyebabnya

KABARBURSA.COM-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kenaikan signifikan dalam realisasi pengembalian pajak atau restitusi pajak pada awal tahun ini.

Hingga akhir Januari 2024, total restitusi pajak mencapai Rp 30,88 triliun, mengalami lonjakan sebesar 182,67persen secara year on year (YoY).

Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Dwi Astuti, peningkatan ini terjadi sebagai akibat dari moderasi harga komoditas yang memaksa Wajib Pajak untuk mengamankan arus kas, sehingga restitusi pajak pun mengalami kenaikan.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, mayoritas dari restitusi pajak pada periode tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri, mencapai Rp 26,63 triliun. Kenaikan signifikan ini mencapai 220,96persen secara YoY.

"Peningkatan restitusi dari PPN Dalam Negeri sejalan dengan pertumbuhan positif penerimaan PPN Dalam Negeri, yang didorong oleh konsumsi domestik yang kuat dan ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," ujar Dwi kepada Kontan.co.id pada Senin 4 Maret 2024.

Selain restitusi dari PPN Dalam Negeri, terdapat juga restitusi dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 sebesar Rp 3,74 triliun, yang meningkat sebesar 163,49persen secara YoY.

Sementara itu, restitusi pajak lainnya mencapai Rp 513,53 miliar, mengalami penurunan sebesar 57,52persen secara YoY.

Meskipun demikian, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2024 mencapai Rp 149,25 triliun, menurut data Kemenkeu. Namun, ini menunjukkan kontraksi sebesar 8persen YoY, berbanding terbalik dengan pertumbuhan 6,4persen YoY pada Januari 2023.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait