Market Hari Ini 02 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

RI Bisa Capai Swasembada Gula Lewat Lahan Tebu di Merauke

RI Bisa Capai Swasembada Gula Lewat Lahan Tebu di Merauke
RI Bisa Capai Swasembada Gula Lewat Lahan Tebu di Merauke

KABARBURSA.COM - Indonesia dinilai dapat mencapai swasembada gula jika proyek pengelolaan lahan tebu baru seluas 2 juta hektare di Merauke, Papua Selatan, dapat dikerjakan oleh pemerintah secara serius.

Menurut Yadi Yusriadi dari Asosiasi Gula Indonesia (AGI), uji kelayakan terhadap lahan tebu baru tersebut telah dilakukan secara detail untuk mengurangi risiko kegagalan.

Jika proyek tersebut berhasil, Indonesia berpotensi mengubah statusnya dari negara pengimpor gula terbesar menjadi eksportir, bahkan dapat menyaingi negara-negara besar seperti Thailand dan Australia.

Namun demikian, Yadi menekankan bahwa hanya dengan menggarap lahan 2 juta hektar di Merauke saja belum cukup bagi Indonesia untuk mengungguli India sebagai produsen gula terbesar.

Faktanya, India memiliki produksi gula dan produktivitas lahan yang jauh lebih besar. Data dari Departemen Agrikultur Amerika Serikat menunjukkan bahwa Brasil saat ini adalah produsen gula terbesar di dunia, diikuti oleh India, Uni Eropa, China, dan Thailand.

Sementara itu, produksi gula di Indonesia saat ini masih relatif rendah, rata-rata sekitar 2,4 hingga 2,6 juta ton per tahun. Namun, dengan lahan baru di Merauke, diharapkan produksi gula konsumsi di Indonesia dapat meningkat sekitar 2 juta ton per tahun.

Untuk memastikan kesuksesan produksi di Merauke, Yadi menekankan pentingnya uji adaptasi bibit atau benih tebu minimal selama dua musim tanam tunas. Hal ini bertujuan untuk memilih varietas tebu yang paling cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Merauke.

Di sisi lain, pemerintah, melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), telah menetapkan target bahwa lahan tebu baru di Merauke akan menghasilkan 2 juta ton gula per tahun mulai tahun 2027 untuk menggantikan impor.

Pembukaan lahan baru ini diharapkan akan menarik investasi dari pembangunan lima pabrik gula baru. Namun, informasi detail mengenai investor PG tersebut masih belum diungkap.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit tebu, pemerintah telah mendatangkan sekitar 2 juta bibit tebu dari Australia. Bibit tersebut dianggap cocok dengan kondisi tanah di Merauke dan diharapkan dapat menghasilkan tingkat rendemen yang tinggi.

Proyek pembukaan lahan 2 juta hektar ini telah sesuai dengan penugasan yang tertuang dalam Keputusan Presiden No. 15/2024 tentang Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait