Market Hari Ini 05 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Rights Issue ELPI 2,11 Miliar Saham, ini Rencana di Baliknya

Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari menyiapkan penambahan modal melalui skema HMETD dengan potensi penerbitan saham baru hingga 22,18 persen dari modal ditempatkan.

ELPI berencana menerbitkan hingga 2,11 miliar saham baru melalui rights issue. Dana tambahan modal ini akan digunakan untuk ekspansi dan kebutuhan operasional.

Dalam rencana tersebut, perusahaan menyiapkan penerbitan maksimal 2.112.420.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. (Foto: Dok. ELPI)
Dalam rencana tersebut, perusahaan menyiapkan penerbitan maksimal 2.112.420.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. (Foto: Dok. ELPI)

KABARBURSA.COM – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I). Dalam rencana tersebut, perusahaan menyiapkan penerbitan maksimal 2.112.420.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. 

Corporate Secretary Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari, Wawan Heri Purnomo, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyampaikan perubahan dan tambahan keterbukaan informasi kepada pemegang saham terkait rencana aksi korporasi tersebut.

“Merujuk pada keterbukaan informasi terkait rencana Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang telah diumumkan sebelumnya, Perseroan menyampaikan perubahan dan/atau tambahan informasi kepada pemegang saham,” ujar Wawan dalam dokumen keterbukaan informasi, Kamis, 5 Maret 2026.

Rencana penerbitan saham baru tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 22,18 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Saham baru akan diterbitkan dari saham portepel perusahaan dan direncanakan untuk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. 

Pelaksanaan rights issue ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026. Setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, perusahaan akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk melanjutkan proses penerbitan saham baru tersebut. 

Manajemen menyampaikan bahwa penambahan modal melalui PMHMETD I diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan serta mendukung pengembangan usaha. Selain itu, tambahan modal juga ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional dan rencana ekspansi perusahaan di masa mendatang. 

Secara garis besar, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk likuiditas umum, belanja modal, serta modal kerja termasuk kegiatan ekspansi, diversifikasi usaha, dan investasi yang mendukung operasional perusahaan. 

Manajemen juga menyampaikan bahwa penerbitan saham baru berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga sekitar 22,18 persen bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi korporasi tersebut. 

ELPI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayaran dan kegiatan pendukung sektor kelautan. Perusahaan mengoperasikan lebih dari 110 unit armada kapal yang melayani berbagai segmen bisnis, termasuk offshore support vessel, logistik laut, serta jasa penunjang lainnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait