Market Hari Ini 08 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Ringgit Anjlok, Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 3 persen

Ringgit Anjlok, Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 3 persen
Ringgit Anjlok, Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 3 persen

KABARBURSA.COM-Bank Sentral Malaysia atau Bank Negara Malaysia (BNM) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level tertinggi dalam lima tahun pada Kamis 7 Maret 2024.

Menurut laporan Bloomberg pada Kamis 7 Maret 2024 kemarin, langkah ini diambil untuk mendukung mata uang Malaysia yang baru-baru ini merosot ke level terendah dalam 26 tahun.

Berdasarkan survei Bloomberg terhadap 19 ekonom, Bank Negara Malaysia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3persen dalam pertemuan keduanya tahun ini. Bank sentral Malaysia terakhir kali mengubah suku bunga pada Mei 2023, menaikkannya seperempat poin.

Ringgit, mata uang Malaysia, termasuk salah satu mata uang terlemah di Asia tahun ini, disebabkan oleh suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.

Menteri Keuangan Kedua Malaysia, Amir Hamzah Azizan, mengingatkan agar tidak menaikkan suku bunga untuk memperkuat mata uang, menyatakan bahwa suku bunga acuan diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ekonomi Asia Tenggara, termasuk Malaysia, mengalami pertumbuhan di bawah perkiraan tahun lalu, terutama karena pemulihan ekonomi yang lambat di Tiongkok, mitra perdagangan utama Malaysia.

BNM kemungkinan akan mengonfirmasi perbaikan pertumbuhan ekonomi pada 2024, didukung oleh pemulihan ekspor dan belanja domestik yang kuat. Namun, ekonomi Malaysia masih dihadapkan pada risiko penurunan, termasuk permintaan ekspor yang lemah dan ketidakstabilan pertumbuhan di Tiongkok.

Di sisi lain, inflasi Malaysia tetap stabil pada 1,5persen selama tiga bulan berturut-turut.

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah potensi gangguan rantai pasokan global akibat ketegangan geopolitik di Laut Merah. Pemerintah juga telah meningkatkan pajak jasa mulai 1 Maret, yang diperkirakan akan meningkatkan pendapatan sekitar 3,45 miliar ringgit ($732 juta).

Ini dapat meningkatkan biaya hidup masyarakat dan kemungkinan meningkatkan inflasi, terutama dengan penyesuaian subsidi yang dilakukan pemerintah.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait