Market Hari Ini 18 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Rupiah Diproyeksi Melemah di Awal Pekan (19/2)

Rupiah Diproyeksi Melemah di Awal Pekan (19/2)
Rupiah Diproyeksi Melemah di Awal Pekan (19/2)

KABARBURSA.COM-Rupiah diperkirakan akan mengalami tekanan pada awal pekan ini. Pada akhir pekan sebelumnya, rupiah mengalami pelemahan di semua pasar.

Di pasar spot, rupiah melemah sebesar 0,006 persen menjadi Rp 15.624 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah melemah sebesar 0,3 persen menjadi Rp 15.654 per dolar AS.

Alwy Assegaf, Kepala Riset dan Pengembangan PT Handal Semesta Berjangka, menyatakan bahwa rupiah memiliki potensi untuk melemah di awal pekan ini karena hasil data inflasi produsen AS.

Ia menyoroti bahwa ekspektasi pasar pada bulan Januari naik sebesar 0,1 persen dari bulan Desember yang turun sebesar 0,1 persen.

"Jika hasilnya sesuai atau melebihi ekspektasi, maka akan memberikan tekanan terhadap rupiah," ujarnya dikutip Minggu 18 Februari 2024.

Data baru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa inflasi produsen naik sebesar 0,3 persen, melebihi ekspektasi pasar.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, juga sependapat bahwa rupiah kemungkinan akan melemah pada awal pekan ini.

Selain data inflasi produsen AS, ia juga menyoroti bahwa investor tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

"BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level 6 persen," katanya.

Maka dari itu, Josua memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.600 hingga Rp 15.700 per dolar AS.

Sementara itu, Alwi memproyeksikan bahwa rupiah akan berada dalam kisaran Rp 15.560 hingga Rp 15.670 per dolar AS.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait