Market Hari Ini 19 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Rupiah Spot Melemah 0,05{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} (Penutupan, 19 Februari 2024)

Rupiah Spot Melemah 0,05{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} (Penutupan, 19 Februari 2024)
Rupiah Spot Melemah 0,05{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} (Penutupan, 19 Februari 2024)

KABARBURSA.COM - Pada akhir perdagangan Senin 19 Februari 2024, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup pada level Rp 15.631 per dolar AS. Meskipun terjadi pelemahan sebesar 0,05 persen dari akhir pekan sebelumnya yang berada di level Rp 15.624 per dolar AS, Rupiah masih menunjukkan kestabilan relatif.

Di kawasan Asia, Rupiah ikut melemah bersama dengan beberapa mata uang lainnya. Peso Filipina mengalami pelemahan sebesar 0,18 persen, sementara dolar Taiwan, ringgit Malaysia, dan yuan China masing-masing melemah sekitar 0,12 persen, 0,11 persen, dan 0,05 persen terhadap dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya tekanan terhadap mata uang-mata uang tersebut dalam perdagangan hari itu.

Namun demikian, beberapa mata uang Asia lainnya justru menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura mencatat kenaikan terbesar dengan 0,14 persen, disusul oleh yen Jepang yang naik 0,14 persen. Sementara baht Thailand, won Korea, dan dolar Hong Kong masing-masing menguat sekitar 0,06 persen, 0,03 persen, dan 0,01 persen terhadap dolar AS.

Di tengah dinamika tersebut, indeks dolar yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia mengalami penurunan, berada di level 104,18. Angka ini menunjukkan penurunan dari akhir pekan sebelumnya yang berada di level 104,27. Meskipun demikian, dolar AS masih mempertahankan posisinya dalam kisaran yang cukup kuat terhadap mata uang utama lainnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait