Market Hari Ini 25 May 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

RUPS KBLF Setujui Dividen Rp936 Miliar, ini Jadwalnya

Kalbe Farma membagikan dividen tunai Rp936,26 miliar atau Rp20 per saham setelah RUPS menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen Rp936,26 miliar atau Rp20 per saham. Simak kinerja, yield dividen, dan fundamental terbaru KLBF.

Ilustrasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar. Foto: dok KLBF
Ilustrasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar. Foto: dok KLBF

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Saham dan Fundamental KLBF

KABARBURSA.COM - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Dari jumlah yang ditetapkan, investor akan memperoleh dividen sebesar Rp20 per saham.

Melansir dari keterbukaan informasi publik, keputusan pembagian dividen itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026. Perseroan menyebut sisa laba tahun berjalan dibukukan sebagai laba ditahan. 

“Sebesar Rp936.267.830.800,00 sebagai dividen tunai yang akan dibagikan kepada para pemegang saham, sehingga setiap saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp20,00 per saham,” tulis Corporate Secretary Kalbe Farma Maria Teresa Fabiola dalam keterbukaan informasi publik, Senin, 25 Mei 2026. 

Dalam dokumen yang sama, emiten farmasi tersebut menyatakan Direksi diberi kuasa untuk menentukan jadwal, tanggal, dan tata cara pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sekadar informasi, RUPST KLBF dihadiri pemegang saham yang mewakili 39,09 miliar saham atau 86,41 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah yang telah dikeluarkan Perseroan. 

Selain menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan, rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan hingga 2029. Dalam keputusan tersebut, Bernadette Ruth Irawati Setiady kembali ditetapkan sebagai Presiden Direktur Perseroan. 

Di jajaran komisaris, Ronny Hadiana tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris bersama Santoso Oen dan Ferdinand Aryanto sebagai Komisaris. Sementara Herijanto Irawan dan Sidharta Utama menjabat sebagai Komisaris Independen. 

RUPS juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026. 

Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. 

Kinerja Saham dan Fundamental KLBF

Pada perdagangan Senin sore, saham KLBF ditutup menguat 1,25 persen atau naik 10 poin ke level Rp810 per saham. Saham Kalbe bergerak di rentang Rp800 hingga Rp820 sepanjang perdagangan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp28,9 miliar.

Dalam sepekan terakhir, saham KLBF masih terkoreksi 3,57 persen. Sementara secara year to date (ytd), saham emiten farmasi tersebut turun 32,78 persen dan melemah 44,52 persen dalam satu tahun terakhir.

Kapitalisasi pasar KLBF tercatat sekitar Rp37,91 triliun dengan free float sebesar 38,29 persen. Dari sisi dividen, KLBF mencatat dividend yield sekitar 4,44 persen dengan payout ratio 40,95 persen. Jadwal ex-date dividen tercatat pada 4 Juni 2025.

Mengutip dari Stockbit, Kalbe Farma membukukan pendapatan trailing twelve months (TTM) sebesar Rp36,21 triliun dengan laba bersih TTM mencapai Rp3,61 triliun.

Perseroan mencatat margin laba bersih kuartalan sebesar 10,63 persen dan gross profit margin sebesar 38,30 persen.

Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) KLBF tercatat sebesar 14,89 persen dan return on assets (ROA) sebesar 11,31 persen.

Kas Perseroan tercatat sebesar Rp4,39 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp25,73 triliun. Sementara total utang tercatat relatif rendah di kisaran Rp258 miliar dengan debt to equity ratio sekitar 0,01 kali.

KLBF juga mencatat arus kas operasi sebesar Rp3,19 triliun dan free cash flow mencapai Rp2,45 triliun. Sedangkan untuk valuasi, price to earnings ratio (PER) tahunan KLBF berada di level 9,21 kali, sementara price to book value (PBV) tercatat sebesar 1,56 kali.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait