KABARBURSA.COM – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp110,4 miliar. Keputusan tersebut berdasarkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar belum lama ini.
"Perseroan menyampaikan rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 08 Juni 2026," tulis Daniel Kurniawan, Head of Corporate Secretary & Investor Relation PT Jayamas Medica Industri Tbk, dikutip Kamis 11 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, setiap pemegang saham OMED akan menerima dividen tunai sebesar Rp4,08 per saham. Adapun total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp110.400.108.000.
Pembagian dividen ini ditunjang kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. OMED membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp366,95 miliar.
Dengan nilai dividen yang dibagikan, perseroan mengalokasikan sekitar 30 persen dari laba bersih tahun buku 2025 untuk pemegang saham. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Selain mencatatkan laba bersih yang solid, OMED juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,73 triliun. Adapun total ekuitas dari emiten alat kesehatan tersebut hingga akhir 2025 tercatat mencapai Rp2,75 triliun.
Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Juni 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 18 Juni 2026.
Sementara tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen jatuh pada 19 Juni 2026 pukul 16.15 WIB.
Pemegang saham OMED dijadwalkan akan menerima pembayaran dividen pada 9 Juli 2026.
Di tengah keputusan pembagian dividen kali ini, saham OMED terpantau naik 1,03 persen ke level Rp197 per saham berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 11 Juni 2026.
Saham pemilik merek alat kesehatan OneMed tersebut, bergerak dalam rentang Rp194 hingga Rp202 per saham.
Dari sisi fundamental, OMED mengawali 2026 dengan pertumbuhan kinerja yang cukup solid. Pada kuartal I 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp572,25 miliar, meningkat 31,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan tersebut ikut mendorong kenaikan laba bersih menjadi Rp98,37 miliar atau tumbuh 35,19 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan, menunjukkan perbaikan profitabilitas di tengah langkah ekspansi bisnis.
Hal itu tampak dari margin laba bersih yang naik menjadi 17,19 persen pada kuartal I 2026, lebih tinggi 3,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terkait valuasi, OMED saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp5,33 triliun dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 13,56 kali. Sementara dividend yield tercatat sekitar 1,81 persen berdasarkan harga saham saat ini.
Meski saham OMED masih berada di bawah level tertingginya yang mencapai Rp318 per saham, pertumbuhan pendapatan dan laba pada awal tahun menunjukkan kinerja operasional perusahaan tetap bertumbuh.