Market Hari Ini 02 Jul 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

RUPST Sahkan Pendiri Jababeka Jadi Dirut: Turun Gunung!

RUPST Sahkan Pendiri Jababeka Jadi Dirut: Turun Gunung!
RUPST Sahkan Pendiri Jababeka Jadi Dirut: Turun Gunung!

Daftar Isi

  1. 01 Pengembang Lahan Industri
  2. 02 Emiten Kawasan Industri

KABARBURSA.COM - PT Jababeka Tbk (KIJA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui kembalinya Setyono Djuandi Darmono (SD Darmono), pendiri Jababeka yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama, untuk memimpin kembali sebagai Direktur Utama.

Darmono menyampaikan bahwa keuangan perusahaan saat ini relatif sehat, dengan ekuitas mencapai Rp6,9 triliun, yang jauh melampaui jumlah pinjaman sekitar Rp4,4 triliun.

"Namun, mengingat situasi ekonomi saat ini dan ke depan, jumlah utang masih menjadi beban perusahaan jika tidak diimbangi dengan penjualan yang cukup dari nilai buku sekitar Rp7,6 triliun, meskipun nilai pasar mencapai Rp21,6 triliun," ujar Darmono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa 2 Juni 2024.

Untuk mengatasi tantangan ini, Darmono menjelaskan perlunya langkah strategis, termasuk peningkatan modal dasar untuk mendukung rencana right issue di masa depan guna mengurangi utang perusahaan.

"Pengurangan utang merupakan tujuan utama dari rencana right issue yang akan dilakukan," tambah Darmono.

Selain itu, perusahaan juga perlu meningkatkan kinerja dengan cara menjual aset yang belum memberikan hasil yang optimal, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan meningkatkan efisiensi melalui pengendalian yang desentralisasi untuk menciptakan sinergi di seluruh Jababeka.

"Pengalihan entitas anak yang tidak sesuai harapan juga perlu dilakukan, sehingga kami berharap perusahaan dapat menjadi lebih sehat dan mampu memberikan dividen serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham," lanjutnya.

Setelah RUPST, susunan dewan komisaris dan dewan direksi Jababeka saat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen: Suhardi Alius
  • Komisaris: Gan Michael
  • Komisaris/Komisaris Independen: Basuri Tjahaja Purnama

Dewan Direksi:

Di sisi lain, untuk mata acara kelima dan keenam rapat tidak memenuhi kuorum, sehingga RUPST kedua direncanakan akan dilaksanakan dalam rentang waktu paling cepat 10 hari dan paling lambat 21 hari.

Pengembang Lahan Industri

Emiten pengembang lahan industri, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) merealisasikan Rp 2,21 triliun prapenjualan pemasaran real estat atau marketing sales untuk tahun 2023. Pencapaian ini melebihi target Rp 2 triliun di sepanjang tahun 2023 sebesar 11 persen, dan melebihi pencapaian Rp 1,72 triliun di sepanjang 2022 sebesar 29 persen.

Pada tahun 2023, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 913,7 miliar dari lahan seluas 28,0 hektar, terutama berasal dari penjualan tanah matang 26,2 hektar senilai Rp 558,3 miliar. Secara total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik mencapai Rp 612,2 miliar. Dalam hal ini investor domestik menyumbangkan 52 persen dari nilai tersebut sedangkan sisanya 48 persen berasal dari investor asing terutama dari Cina.

Dalam tahun 2023, kawasan industri Kendal menghasilkan marketing sales sebesar Rp 1,24 triliun dari penjualan lahan seluas 84,7 hektar. Angka ini meningkat sekitar 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 737,2 miliar. Investor asing, seperti dari Hong Kong, Cina, Taiwan, Jerman, Malaysia, India, dan Korea Selatan, mendominasi kontribusi nilai sebesar 81 persen pada tahun 2023, sedangkan investor domestik menyumbangkan 19 persen sisanya.

Dua penjualan terbesar pada tahun 2023 di Kendal berasal dari perusahaan karet dan plastik dari Hong Kong yang membeli lahan seluas 13 hektar, dan perusahaan baterai lithium dari Cina yang membeli lahan seluas 12 hektar. Selain itu, Tanjung Lesung dan produk lainnya menambahkan marketing sales sebesar Rp 57,5 miliar pada tahun yang sama.

Sementara itu, target marketing sales Jababeka untuk tahun 2024 adalah senilai Rp 2,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1.150 miliar diharapkan berasal dari Cikarang dan wilayah lainnya. Rinciannya, Rp 750 miliar diharapkan berasal dari penjualan tanah matang dan bangunan industri di Cikarang, sementara Rp 400 miliar diharapkan berasal dari produk residensial dan komersial di Cikarang. Pencapaian target tersebut termasuk dari perusahaan patungan dan lainnya. Selain itu, sebesar Rp 1.350 miliar diharapkan berasal dari perusahaan patungan atau Joint Venture di Kendal.

Emiten Kawasan Industri

Para emiten kawasan industri optimis bahwa bisnis pengembangan dan pengelolaan kawasan industri akan mengalami peningkatan. Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Presiden (Pilpres), pelaku bisnis menantikan investor untuk mulai menanamkan investasi.

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar, menyatakan bahwa prospek bisnis kawasan industri di tahun ini akan baik, dengan catatan penyelenggaraan Pemilu atau Pilpres berjalan dengan aman dan kondusif, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

“Para investor yang sebelumnya menunggu dan melihat kondisi setelah Pemilu, akan mulai mengambil keputusan,” ujar Sanny.

Sanny menegaskan bahwa untuk memastikan kesuksesan bisnis kawasan industri, diperlukan kepastian hukum dan regulasi yang jelas bagi para investor, agar pelaksanaannya transparan dan konsisten.

Menurutnya, kawasan industri masih memiliki potensi pertumbuhan yang optimal, dengan perkiraan kinerja penjualan lahan di kawasan industri Indonesia dapat tumbuh sekitar sama dengan tahun 2023.

Lebih lanjut, Sanny menyatakan bahwa investor asing kemungkinan besar akan tetap mendominasi kawasan industri nasional, meskipun tidak menutup kemungkinan bagi investor lokal untuk melakukan ekspansi dengan memanfaatkan kawasan industri.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait