Market Hari Ini 16 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Saham ADMR Masih Koreksi, tapi Mulai Dilirik Asing

ADMR terpantau mencatatkan aktivitas transaksi asing yang dinamis.

ADMR terpantau mencatatkan aktivitas transaksi asing yang dinamis.

Ilustrasi. Foto: Dok Adaro.
Ilustrasi. Foto: Dok Adaro.

KABARBURSA.COM - Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 3,25 persen atau 45 poin ke level 1.340 pada perdagangan terakhir pekan ini atau Jumat, 14 November 2025.

Berdasarkan data Stockbit selama satu pekan periode 10–14 November 2025, saham ADMR terpantau mencatatkan aktivitas transaksi asing yang dinamis. Pada sisi akumulasi, broker ZP melakukan pembelian agresif yang mencatat nilai beli Rp1,7 miliar di harga rata-rata Rp1.429.

Pembelian ZP juga diikuti akumulasi besar oleh dua broker lainnya yakni TP dan BK yang masing-masing membukukan pembelian di kisaran Rp1,4–1,5 miliar di harga Rp1.374 dan Rp1.407.

Namun di luar pembelian asing, broker CC sebenarnya mendominasi aksi beli ADMR dengan nilai transaksi mencapai Rp3,7 miliar dan volume 26,3 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.429.

Di tengah penguatan dari sisi akumulasi, tekanan jual asing juga masih cukup terlihat selama pekan ini.  Broker DR menjadi penjual terbesar dengan nilai distribusi mencapai Rp2,8 miliar dan volume 19,6 ribu lot pada harga rata-rata Rp1.433.

Distribusi juga datang dari broker AK sebesar Rp1,5 miliar di harga Rp1.419. Di luar distribusi asing, broker lain seperti NI, IF, dan BB yang turut melepas saham dalam skala lebih kecil.

Meski tekanan jual tetap ada, indikator broker action berada pada zona big acc, menandakan bahwa arus beli asing masih lebih dominan dibandingkan distribusi. Konsistensi akumulasi pada rentang harga Rp1.380–Rp1.430 memperlihatkan bahwa pelaku pasar tengah membangun posisi di area bawah.

Harga ADMR bergerak turun 4,29 persen dalam sepekan terakhir. Kendati mengalami mingguan, saham ini masih mencatatkan kinerja positif dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Dalam satu bulan terakhir, harga saham naik 5,10 persen, sementara dalam tiga bulan melonjak 32,67 persen. Sepanjang enam bulan terakhir, ADMR telah menguat 48,89 persen, disusul penguatan 11,67 persen secara year-to-date (YTD).

Adapun Dari total 17 analis yang dihimpun Stockbit, , sebanyak 13 analis merekomendasikan buy, sementara 4 analis memberikan rekomendasi hold dan tidak ada yang menyarankan sell.

Rata-rata target harga analis untuk ADMR berada di level Rp1.510, lebih tinggi dibandingkan harga pasar di penutupan terakhir pada Jumat, 14 November 2025 di Rp1.340. Estimasi target tertinggi mencapai Rp2.500, sementara perkiraan terendah berada pada Rp1.050. (*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait