Market Hari Ini 22 Sep 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Saham Asia Terpecah, Stimulus Jepang Angkat Nikkei

Pasar saham Asia ditutup bervariasi. Nikkei dan Kospi menguat berkat sentimen positif, sementara bursa Tiongkok terkoreksi akibat lemahnya ekonomi domestik.

Nikkei dan Kospi menguat didorong ekspektasi stimulus, tapi bursa Tiongkok tertekan oleh data ekonomi lemah. Simak update lengkap bursa Asia hari ini.

Ilustrasi pasar bursa asia. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi pasar bursa asia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Asia pada perdagangan Senin (22/9) mencatat pergerakan bervariasi. Optimisme investor terkait aliran modal asing dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter mendorong penguatan di Jepang dan Korea Selatan. Namun, pelemahan ekonomi domestik membuat bursa Tiongkok justru terkoreksi. 

Nikkei 225 Pimpin Kenaikan 

Indeks Nikkei 225 (N225) di Tokyo ditutup di level 45.681,00, melesat +635,19 poin atau (+1,41 persen). Penguatan ini ditopang pelemahan yen yang meningkatkan daya saing eksportir, terutama di sektor otomotif dan elektronik. 

Selain itu, ekspektasi stimulus fiskal tambahan dari pemerintah Jepang memberi dorongan lebih lanjut bagi pasar. 

Kospi Menguat Stabil 

Di Seoul, indeks Kospi (KS11) ditutup pada 3.470,44, naik +25,20 poin atau (+0,73 persen). Saham teknologi memimpin penguatan, seiring optimisme permintaan global terhadap semikonduktor dan perangkat elektronik. Aliran modal asing ke pasar obligasi Asia juga memperkuat sentimen positif di Korea Selatan. 

Hang Seng Relatif Datar 

Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong bergerak mendatar di posisi 26.545,10, hanya naik +0,25 poin atau (+0,00 persen). Investor cenderung menunggu langkah stimulus lanjutan dari pemerintah Tiongkok, khususnya terkait sektor properti dan konsumsi, yang hingga kini masih menjadi titik lemah ekonomi. 

Shanghai Composite Melemah 

Berbeda arah, indeks Shanghai Composite (SSEC) ditutup melemah ke 3.820,09, turun -11,57 poin atau (-0,30 persen). Koreksi ini dipicu kekhawatiran terhadap data ekonomi domestik yang menunjukkan lemahnya permintaan konsumsi dan tekanan berlanjut di sektor properti. Faktor ini menahan minat beli investor, meski ada ekspektasi stimulus tambahan dari Beijing. 

Sentimen Regional 

Secara keseluruhan, bursa Asia masih ditopang oleh optimisme investor asing, prospek pemangkasan suku bunga global, dan pelemahan dolar AS yang memberi ruang bagi mata uang Asia. Namun, risiko geopolitik, fluktuasi harga energi, serta ketidakpastian ekonomi Tiongkok tetap menjadi faktor yang membayangi arah pergerakan pasar dalam waktu dekat. (*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait