Market Hari Ini 05 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Saham BMRI Moncer di Perdagangan Awal Pekan ini

Saham BMRI Moncer di Perdagangan Awal Pekan ini
Saham BMRI Moncer di Perdagangan Awal Pekan ini

KABARBURSA.COM-Pada awal pekan ini, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menonjol di antara tiga bank besar lainnya yang mengalami koreksi nilai saham.

Saham Bank Mandiri menunjukkan kekuatan dengan kenaikan sebesar 2,25 persen, mencapai level Rp 6.825 per saham pada penutupan perdagangan Senin (5/2). Tidak hanya itu, BMRI bahkan mencatat rekor harga tertinggi atau all time high (ATH) pada sesi perdagangan pertama, mencapai Rp 6.900 per saham. Pada periode intraday 30-31 Januari 2024, BMRI juga menyentuh ATH sebesar Rp 6.700 per saham.

Dalam satu minggu terakhir, BMRI berhasil mencatat kenaikan sebesar 5,41 persen. Jika dilihat sejak awal tahun, saham bank ini mencatatkan pertumbuhan harga sekitar 12,81 persen.

Penting untuk dicatat bahwa Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 55,1 triliun sepanjang tahun 2023, menunjukkan kenaikan sebesar 33,7 persen secara tahunan. Prestasi ini menjadikannya bank dengan laba terbesar kedua di Indonesia.

Sementara itu, tiga bank besar lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), mengalami koreksi nilai saham. BBCA menjadi yang terkoreksi paling dalam dengan penurunan sekitar 1,29 persen menjadi Rp 9.575 per saham. BBRI mengalami koreksi sebesar 1,28 persen menjadi Rp 5.775 per saham, dengan pertumbuhan harga yang lebih rendah sejak awal tahun sebesar 0,87 persen.

Terakhir, BBNI mengalami koreksi sedikit sebesar 0,43 persen menjadi Rp 5.750 per saham. Meskipun mengalami koreksi, BBNI termasuk bank yang tumbuh paling kuat setelah BMRI sejak awal tahun, dengan pertumbuhan sebesar 6,98 persen.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait