Market Hari Ini 01 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham CBDK Terbang, Asing Sudah Bawa Dana Jumbo Segini?

Ini mendorong harga melesat di tengah volume besar dan akumulasi institusi pada level 7.700.

Arus dana asing terus mengalir ke saham CBDK selama sembilan hari berturut-turut dengan nilai lebih dari Rp325 miliar

Saham CBDK milik PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan dana asing masuk (foreign flow) secara agresif. (Foto: Dok. Bangun Kosambi Sukses)
Saham CBDK milik PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan dana asing masuk (foreign flow) secara agresif. (Foto: Dok. Bangun Kosambi Sukses)

KABARBURSA.COM – Saham CBDK milik PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan dana asing masuk (foreign flow) secara agresif hingga perdagangan Senin, 1 Desember 2025 pagi. Saham dibuka menanjak 8,63 persen (675 poin) ke level 8.525 dari 7.900 per pukul 10.15 WIB. 

Berdasarkan data perdagangan yang telah dikompilasi Kabarbursa.com, asing masuk secara agresif selama sembilan hari berturut-turut dan dengan nilai relatif jumbo untuk saham sektor properti.

Untuk lebih jelas dari data perdagangan, saham CBDK mengalami tekanan beli sangat kuat di awal sesi. Ini tercermin dari volume yang mencapai 38,5 juta lot, di atas rata-rata sebesar 15,09 juta lot. 

Selain itu, orderbook dan struktur permintaan mendukung sinyal akumulasi institusi. Bid terbesar berada pada level 8.525 sebanyak 317 lot, diikuti 8.500 (467 lot) dan 8.475 (675 lot). Sementara pada sisi offer, level 8.600 diisi oleh sebanyak 4.873 lot yang diyakinin menjadi resistance terdekat saat ini. Offer resistance ini diikuti oleh level 8.575 (675 lot) dan 8.550 (399 lot) pada pukul 10.15 WIB. 

Secara keseluruhan, total bid mencapai 99.438 lot dan total offer 129.898 lot, menunjukkan orderbook tetap stabil meski harga naik tajam.

Sementara itu, data foreign flow yang menjadi bagian utama sorotan menampilkan hasil menarik. Bisa dikatakan mayoritas pembelian saham CBDK dilakukan institusi global. 

Asing telah menggelontorkan Rp140,51 miliar pada perdagangan terakhir. Angka ini jauh lebih tinggi dari foreign flow moving average (MA) untuk 10 dan 20 hari terakhir. Secara berurutan, foreign flow MA10 sebesar Rp23,83 dan MA20 mencapai Rp115,17 miliar. Totalnya, arus dana asing telah masuk ke CBD mencapai lebih Rp325,82 miliar selama sembilan hari berutut-turut, dilihat dari lima broker teratas.

Yang menarik adalah, rata-rata harga yang menjadi sasaran beli adalah 7.700. Asumsinya, asing masih berada di zona profit.

Jika diperinci lagi, data broker summary menunjukkan identitas asing yang telah mengakumulasi saham CBDK. Teratas ada Maybank Sekuritas (ZP) dengan nilai Rp51,9 miliar dengan rata-rata pembelian di harga 7.619. Mandiri Sekuritas (CC), UBS Sekuritas (AK), dan J.P. Morgan Sekuritas (BK) secara berurutan mengeluarkan dana Rp37,4 miliar, Rp26,7 miliar, dan Rp25,4 miliar. 

Secara teknikal, pergerakan harga CBDK juga mulai menunjukkan penguatan tren dalam beberapa sesi terakhir. Harga berada jauh di atas seluruh garis moving average (MA) utamanya. MA5 tercatat di level 7.325, sementara MA10 dan MA20 masing-masing berada di 6.897,50 dan 6.568,75.

Kondisi tersebut menandakan tren bullish yang terbentuk cukup kuat. Kenaikan harga yang terjadi bersamaan dengan lonjakan volume memberikan validasi tambahan bahwa pergerakan ini bukan sekadar rebound teknikal jangka pendek, melainkan bagian dari fase akumulasi yang lebih besar. 

Dengan posisi harga yang sudah menembus dan bertahan di atas seluruh MA utama, minat beli dari investor jangka menengah tampak dominan dalam beberapa hari terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait