Market Hari Ini 10 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham DADA Bergejolak, BEI Minta Penjelasan

BEI meminta klarifikasi kepada Diamond Citra Propertindo setelah volatilitas saham DADA.

BEI meminta penjelasan atas volatilitas saham DADA. Manajemen menegaskan tidak ada informasi material, aksi korporasi, maupun perubahan kepemilikan saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terkait volatilitas transaksi saham. (Foto: Dok. KabarBursa)
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terkait volatilitas transaksi saham. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pergerakan harga saham DADA yang dinilai tidak lazim oleh otoritas bursa.

Menanggapi hal itu, manajemen DADA menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkap kepada publik dan dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan.

Dalam surat tanggapan resmi kepada BEI, manajemen Diamond Citra Propertindo menyatakan seluruh informasi dan fakta material telah disampaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material sebagaimana dimaksud dalam POJK 31/POJK.04/2015 yang belum diumumkan kepada publik,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Sabtu, 10 Januari 2026.

Manajemen juga menegaskan bahwa hingga tanggal penyampaian klarifikasi, tidak terdapat kejadian penting lain yang bersifat material dan dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan, selain informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Selain itu, DADA memastikan tidak terdapat aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan kepada otoritas sesuai dengan ketentuan POJK 11/POJK.04/2017 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Dari sisi rencana korporasi, perseroan menyampaikan bahwa hingga saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat. Manajemen menegaskan tidak ada rencana aksi yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, setidaknya dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

“Perseroan juga tidak mengetahui adanya rencana dari pemegang saham utama yang berkaitan dengan perubahan kepemilikan saham di perseroan,” lanjut manajemen.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Desember 2025, struktur kepemilikan saham DADA tercatat stabil. 

Pemegang saham pengendali, PT Karya Permata Inovasi Indonesia, tercatat menggenggam 2,20 miliar saham atau setara 29,60 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.

Sementara itu, porsi kepemilikan publik mencapai sekitar 69,93 persen, mencerminkan tingkat free float yang relatif besar. 

Dari sisi manajemen dan komisaris, kepemilikan saham tercatat sangat terbatas. Komisaris Tjandra Tjokrodiponto tercatat memiliki 35 juta saham atau setara 0,47 persen, sementara anggota direksi dan komisaris lainnya tidak tercatat memiliki saham.

Data tersebut menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham maupun konsentrasi pengendalian perseroan sepanjang Desember 2025. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait