Market Hari Ini 07 Oct 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

Saham Digembok BEI, RMKO Fokus Benahi Kinerja dan Infrastruktur

BEI menyetop sementara perdagangan saham RMKO setelah reli 162,63 persen dalam tiga bulan. Manajemen fokus perkuat proyek.

BEI hentikan sementara saham RMKO setelah naik 162 persen. Manajemen fokus selesaikan proyek hauling dan TLS untuk dorong efisiensi bisnis.

Dari kiri tangkapan layar Direktur RMKO Nathania Pricilla Saputra dan President Direktur RMKO Vincent Saputra saat menggelar pubex secara daring.
Dari kiri tangkapan layar Direktur RMKO Nathania Pricilla Saputra dan President Direktur RMKO Vincent Saputra saat menggelar pubex secara daring.

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) setelah harganya melonjak tajam 162,63 persen dalam tiga bulan terakhir.

Saham emiten jasa pertambangan batu bara itu ditutup di level Rp260 per saham sebelum disuspensi, dengan pergerakan harga dalam rentang Rp97 hingga Rp270 per saham.

RMKO yang tergolong dalam sektor minyak, gas, dan batu bara serta tercatat sebagai saham syariah di papan pengembangan (DBX), menjadi perhatian pasar setelah reli signifikan di tengah kondisi keuangan yang masih tertekan akibat fase investasi besar-besaran pada semester pertama 2025.

Menanggapi hal tersebut, manajemen RMKO menegaskan bahwa perusahaan tengah memfokuskan diri pada penguatan fundamental bisnis, terutama melalui penyelesaian proyek infrastruktur jalan angkut batu bara dan peningkatan kapasitas Train Loading System (TLS) di Sumatera Selatan.

“Kami sedang fokus menyelesaikan peningkatan jalan angkut dengan sistem CTRB untuk menjaga performa armada dan mendukung target produksi ke depan,” ujar Presiden Direktur RMKO, Vincent Saputra, dalam acara public expose insidentil yang digelar secara daring, dikutip Selasa, 7 Oktober 2024.

RMKO tercatat membukukan pendapatan usaha sebesar Rp95,8 miliar pada semester I 2025, turun 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp110,4 miliar. Penurunan ini disebabkan fase investasi yang masih berjalan dan berkurangnya kontribusi segmen rental alat berat yang merosot 22,1 persen secara tahunan menjadi Rp34 miliar.

Kinerja laba juga masih tertekan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp55,6 miliar pada semester I 2025, berbalik dari laba Rp10,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba kotor turun menjadi minus 56 persen, seiring kenaikan biaya operasional untuk perawatan jalan hauling dan armada tambang.

Meski demikian, RMKO mencatat sejumlah capaian positif di sisi operasional. Volume hauling melonjak signifikan dari nol menjadi 251.737 ton pada semester I 2025 berkat kerja sama dengan dua klien baru, PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU) di Muara Enim. Volume loading TLS juga meningkat 3,9 persen menjadi 357 ribu ton.

Total pengupasan lapisan tanah (overburden removal) mencapai 1,32 juta bcm, hanya turun 3,5 persen secara tahunan, sementara volume coal getting mencapai 247 ribu ton, turun 30,1 persen.

Dari sisi neraca keuangan, total aset per Juni 2025 tercatat sebesar Rp560,6 miliar, naik 1,9 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Liabilitas meningkat 20,4 persen menjadi Rp388,6 miliar, sedangkan ekuitas menurun 24,4 persen menjadi Rp172 miliar. Debt to Equity Ratio (DER) masih terkendali di level 0,8 kali, jauh di bawah batas maksimal 2,5 kali yang ditetapkan dalam kredit covenant.

Vincent menegaskan bahwa pelemahan laba saat ini bersifat sementara karena perusahaan sedang bertransformasi menuju struktur operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Investasi yang kami lakukan saat ini akan memperkuat fondasi bisnis RMKO ke depan. Setelah infrastruktur hauling rampung dan kapasitas TLS meningkat, kami optimistis volume jasa pertambangan akan kembali tumbuh,” tambahnya.

Sebagai bagian dari ekosistem PT RMK Energy Tbk, RMKO memiliki keunggulan strategis melalui kepemilikan jalan angkut batu bara sepanjang 39 kilometer dan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam sistem logistik terintegrasi.

Dengan proyek infrastruktur yang mendekati penyelesaian dan permintaan jasa pertambangan yang mulai pulih, manajemen menargetkan pemulihan kinerja secara bertahap mulai semester II 2025. Suspensi perdagangan saham RMKO diharapkan menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat fundamental bisnis sebelum kembali aktif di pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait