Market Hari Ini 10 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Saham ERAA Sedang dalam Tren Bearish, Saatnya Sell atau Hold?

BRI Danareksa Sekuritas mencatat pergerakan saham ERAA masih di dalam bearish channelnya

BRI Danareksa Sekuritas mencatat pergerakan saham ERAA masih di dalam bearish channelnya

Salah satu gerai PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Foto: Dok Perusahaan)
Salah satu gerai PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Foto: Dok Perusahaan)

KABARBURSA.COM - Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dinilai sedang dalam kondisi bearish atau menurun.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat pergerakan saham ERAA masih di dalam bearish channelnya. Disampaikan, saat ini, ERAA mempunyai potensi untuk menguji resistance trendlineya pada 450.

"Jika tertembus, maka target resistance selanjutnya pada 464 - 485," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Jumat, 10 Oktober 2025.

Adapun pada perdagangan hari ini, saham ERAA ditutup stagnan di level 432. Dalam sepekan, saham 
emiten ritel ini terpantau menguat 4,35 persen.

Namun dalam rentang satu sampai tiga bulan, saham ini mengalami pelemahan masing-masing sebesar -2,26 persen dan -17,71 persen. Sedangkan untuk year to date (ytd), saham ERAA menguat sebesar 6,93 persen.


ERAA sukses mencatat kinerja positif pada semester I 2025. Dalam periode itu, perusahaan sukses mencatat penjualan bersih sebesar Rp35,05 triliun, naik 5,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara perseroan membukukan laba kotor Rp3,96 triliun, serta laba bersih senilai Rp568 triliun.

Rambah Bisnis Mobil Listrik

ERAA melalui PT Era Inovasi Otomotif (EIO), beberapa waktu lalu mulai merambah bisnis mobil listrik dengan menggandeng dua perusahaan asal China yaitu Shenzhen Xiaopeng Motors Supply Chain Management (XPENG) dan Guangzhous Xiaopeng Motors Trading.

Merujuk keterbukaan informasi, yang dikutip Kabarbursa.com pada Rabu, 1 Januari 2025, EIO merupakan perusahaan afiliasi ERAA yang sahamnya dimiliki 99,995 persen oleh SES, yang merupakan perusahaan terkendali dengan kepemilikan langsung oleh Perseroan sebesar 80 persen.

Adapun Shenzhen Xiaopeng Motors Supply Chain Management merupakan produsen kendaraan listrik yang bergerak pada manajemen rantai pasokan otomotif, khususnya terkait dengan merek Xiaopeng Motors.

Sementara Guangzhous Xiaopeng Motors Trading adalah perusahaan swasta kendaraan listrik pintar terkemuka di China. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dan distribusi kendaraan listrik yang diproduksi oleh XPENG.

Kepala Bidang Hukum dan Sekretaris Perusahaan ERAA Amelia Allen, mengatakan dalam kolaborasi ini XPENG berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dengan EIO selaku mitra resmi untuk membangun jaringan distribusi kendaraan listrik produk XPENG secara luas di Indonesia.

"EIO akan mengorganisasi penjualan, serta memastikan layanan berkualitas tinggi sesuai dengan standar XPENG dan memberikan layanan purna jual kepada pelanggan dalam rangka memperkuat posisi pasar dan memastikan keberlanjutan serta inovasi dalam industri kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Jakarta dikutip hari ini.

Amelia menyebut, penandatanganan perjanjian distributor antara EIO dan XPENG merupakan pencapaian penting dalam perjalanan usaha Perseroan melalui perusahaan afiliasinya, dengan langkah strategis memasuki bisnis kendaraan listrik.

Dengan penandatangan perjanjian distributor ini, lanjut dia, maka tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum serta kelangsungan usaha yang ada saat ini.

"Melainkan akan memberikan kontribusi keuangan tambahan bagi Perseroan dari lini usaha tersebut," pungkas Amelia.
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait