Market Hari Ini 30 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Eropa Menguat Tipis, Kesehatan dan Barang Mewah Naik

Indeks STOXX 600 naik tipis didorong sektor kesehatan dan mewah, investor cermati risiko shutdown AS.

Saham Eropa menguat tipis dipimpin sektor kesehatan dan mewah, sementara investor mencermati risiko shutdown AS dan arah kebijakan The Fed.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Saham Eropa ditutup menguat tipis pada Senin, 29 September 2025, ditopang oleh kenaikan sektor kesehatan dan saham mewah yang mampu menutupi pelemahan pada perbankan dan energi. 

Investor juga mencermati kemungkinan terjadinya penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang berpotensi menunda rilis data ekonomi penting.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,2 persen, setelah pekan sebelumnya berakhir datar.

Sektor kesehatan menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan 0,9 persen. Saham UCB mencetak rekor baru setelah pesaingnya dari AS, MoonLake Immunotherapeutics, merilis data campuran untuk obat penyakit kulit. 

GSK bertambah 2,2 persen usai mengumumkan CEO Emma Walmsley akan mengundurkan diri dan digantikan oleh Luke Miels pada Januari mendatang. 

AstraZeneca juga naik sekitar 1 persen setelah menyatakan akan langsung mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange, menggantikan depository shares.

Sektor pertambangan Eropa melonjak 1,7 persen, seiring kenaikan harga logam dengan emas mencetak rekor dan harga tembaga di London turut menguat. Saham teknologi juga bertambah 1,1 persen. 

Sementara itu, saham-saham mewah bangkit dengan indeks sektoralnya naik 1,9 persen, merebut kembali sebagian kerugian pekan lalu.

Sebaliknya, perbankan zona euro melemah 1,1 persen dengan saham Commerzbank dari Jerman turun 3 persen. Sektor energi juga tertekan, mengikuti pelemahan harga minyak mentah sekitar 2 persen.

Investor menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan para pemimpin Kongres dari Partai Demokrat dan Republik untuk membahas perpanjangan pendanaan pemerintah. Tanpa kesepakatan, shutdown akan dimulai pada Rabu.

Departemen Tenaga Kerja AS akan menangguhkan rilis data ekonomi jika shutdown terjadi. Padahal, pekan ini dijadwalkan sejumlah rilis data ketenagakerjaan yang menjadi perhatian pasar dalam menilai arah kebijakan moneter bank sentral.

"So far, markets appear to be shrugging off the high possibility of a shutdown... stocks appear to be betting that an agreement will be reached in short order with minimal disruption," ujar Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert Financial.

"Data ketenagakerjaan minggu ini tentu akan menjadi penentu langkah kebijakan The Fed berikutnya," tambahnya.

Namun, analis Citigroup memperkirakan penutupan pemerintahan pada Oktober tetap mungkin terjadi dan laporan ketenagakerjaan September yang dijadwalkan Jumat kemungkinan akan tertunda.

Saham Eropa sebelumnya telah menerima dengan tenang pemangkasan suku bunga pertama The Fed tahun ini, namun masih tertinggal dibandingkan Wall Street setelah sempat unggul di awal 2025.

Di antara saham lain, Carnival yang terdaftar di London turun 4,5 persen ke posisi terbawah STOXX 600 meski perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan. 

Sementara itu, Genmab dari Denmark memangkas pelemahan sebelumnya dan ditutup sedikit lebih rendah setelah setuju mengakuisisi Merus NV senilai USD 8 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait