Market Hari Ini 12 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Saham KLBF Turun ke 865, Besok Rebound atau Lanjut Koreksi?

KLBF mulai bergerak di bawah MA20 setelah tekanan jual membesar. Meski teknikal melemah, mayoritas analis masih mempertahankan rekomendasi beli.

Saham KLBF turun ke 865 dan mulai bergerak di bawah MA20. Simak analisis teknikal, area support, dan target harga analis terbaru.

Data konsensus menunjukkan sebanyak 26 analis masih memberikan rekomendasi buy pada saham KLBF. (Foto: dok Kalbe Farma)
Data konsensus menunjukkan sebanyak 26 analis masih memberikan rekomendasi buy pada saham KLBF. (Foto: dok Kalbe Farma)

Daftar Isi

  1. 01 Area Support Penting
  2. 02 Konsensus Masih Kasih Sinyal Kuat

KABARBURSA.COM – Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mulai kehilangan momentum setelah tekanan jual kembali muncul dalam beberapa perdagangan terakhir. Setelah sempat bertahan di area atas, saham emiten farmasi terbesar di Indonesia itu kini mulai bergerak di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek atau MA20.

Pada perdagangan sesi berjalan, Selasa, 12 Mei 2026, KLBF ditutup di level 865 atau turun 2,81 persen dibanding penutupan sebelumnya di 890. Saham sempat dibuka di level 890 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 855 dan ditutup mendekati area bawah perdagangan harian.

Di saat itu, nilai transaksi saham KLBF tercatat mencapai Rp73,2 miliar dengan volume sekitar 838,83 ribu lot. Koreksi tersebut membuat pasar mulai memperhatikan apakah saham ini hanya sedang mengalami jeda penurunan sementara atau justru memasuki fase koreksi yang lebih panjang.

Dalam pembacaan teknikal, posisi KLBF saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) dari wave [Y]. Artinya, pasar melihat saham ini sedang masuk fase konsolidasi atau koreksi sementara sebelum mencoba membangun arah baru.

Karena itu, area 870–880 mulai dipandang sebagai zona trading buy jangka pendek. Sementara, target rebound teknikal masih berada di kisaran 970 hingga 1.010, dengan batas pengamanan atau stoploss di bawah level 850.

Area Support Penting

Perhatian pasar kini tertuju pada area support penting KLBF di kisaran 850–871. Data pivot point menunjukkan support klasik pertama berada di level 871, sementara support kuat berikutnya berada di area 853 hingga 850.

Jika area tersebut mampu bertahan, pasar mulai melihat peluang terjadinya technical rebound menuju area 895, 903, hingga 921. Namun bila level 850 ditembus, tekanan jual berpotensi kembali membesar karena pasar akan membaca momentum rebound sebelumnya mulai melemah.

Konsensus Masih Kasih Sinyal Kuat

Meski secara teknikal sedang tertekan, menariknya konsensus analis terhadap KLBF justru masih sangat kuat. Data konsensus menunjukkan sebanyak 26 analis masih memberikan rekomendasi buy, hanya dua analis yang menempatkan rekomendasi hold, dan tidak ada rekomendasi sell.

Target harga rata-rata analis terhadap KLBF juga masih berada di level Rp1.484. Angka tersebut jauh di atas harga saham saat ini yang berada di area 865, dengan proyeksi tertinggi mencapai Rp1.980 dan target terendah sekitar Rp1.075.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar institusi tampaknya belum kehilangan kepercayaan terhadap fundamental KLBF. Di tengah tekanan teknikal jangka pendek, saham ini masih dipandang memiliki karakter defensif dengan pertumbuhan bisnis yang relatif stabil.

Konsensus analis memperkirakan pendapatan KLBF akan meningkat dari sekitar Rp35,33 triliun pada 2025 menjadi Rp37,89 triliun pada 2026 dan kembali naik ke Rp40,94 triliun pada 2027.

Laba bersih juga diproyeksikan terus bertumbuh dari Rp3,67 triliun pada 2025 menjadi Rp3,78 triliun pada 2026 dan Rp4,17 triliun pada 2027. Sementara laba per saham atau EPS diperkirakan meningkat dari 78,29 menjadi 89,59 dalam periode yang sama.

Situasi tersebut membuat pergerakan KLBF besok mulai menjadi perhatian pasar. Di satu sisi, tekanan jual masih membayangi setelah saham turun di bawah MA20. Namun di sisi lain, konsensus analis yang tetap bullish membuat sebagian pelaku pasar mulai melihat area koreksi saat ini sebagai fase uji support sebelum arah berikutnya terbentuk.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait