Market Hari Ini 04 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Krakatau Steel (KRAS) sudah Terbang 16 Persen

Krakatau Steel (KRAS) mencatatkan kenaikan saham 16,30 persen di perdagangan hari ini, didorong oleh kinerja keuangan positif dan ekspansi global yang terus berkembang.

Saham Krakatau Steel (KRAS) melambung 16,30 persen seiring dengan kinerja positif di 2024 dan kerja sama global baru di sektor baja. Laporan keuangan menunjukka

Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Krakatau Steel (KRAS), emiten BUMN. (Foto: Dok. Krakatau Steel)
Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Krakatau Steel (KRAS), emiten BUMN. (Foto: Dok. Krakatau Steel)

Daftar Isi

  1. 01 KRAS Teken Kerja Sama Baru

KABARBURSA.COM – Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) meroket 16,30 persen pada perdagangan hari ini, Jumat, 4 Juli 2025, dengan harga pada sesi I di angka Rp314 per saham. 

Kenaikan signifikan ini menyusul kinerja positif yang tercatat dalam laporan keuangan terbaru yang dirilis perusahaan, yang menunjukkan pendapatan yang solid serta pemulihan pasca-pandemi di berbagai lini bisnis.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan pada awal Mei 2025, Krakatau Steel mencatatkan pendapatan mencapai USD954,59 juta atau sekitar Rp15,42 triliun untuk tahun buku 2024, meskipun pabrik HSM 1 (Hot Strip Mill) sempat tidak beroperasi. 

Perusahaan berhasil meraih laba bruto sebesar USD106,94 juta, dan EBITDA positif yang mencapai USD6,63 juta.

"Kami optimistis dengan kinerja Krakatau Steel ke depan, meski menghadapi tantangan global," kata Muhamad Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel.

Di kuartal I 2025, Krakatau Steel melanjutkan momentum positif dengan mencatatkan pendapatan Rp3,88 triliun, dengan laba bruto sebesar Rp214,59 miliar.

Meskipun ada penurunan biaya usaha sebesar 11 persen, perusahaan tetap mampu menghasilkan arus kas positif dari aktivitas operasional senilai Rp1,42 triliun.

Analis pasar melihat lonjakan harga saham KRAS ini sebagai reaksi terhadap pemulihan yang sedang terjadi di industri baja, seiring dengan beroperasinya kembali pabrik HSM 1. 

Meski kontribusinya belum optimal, proyek strategis dan kerja sama dengan perusahaan BUMN lainnya memberikan sinyal positif untuk perbaikan kinerja jangka panjang.

Secara keseluruhan, kinerja perusahaan yang terus mengalami perbaikan ini menambah kepercayaan investor terhadap prospek Krakatau Steel, yang diharapkan terus menunjukkan penguatan pada kuartal-kuartal berikutnya. 

Berdasarkan data historis, saham KRAS juga telah mencatatkan penguatan signifikan lebih dari 210 persen di tahun 2025, menjadikannya salah satu saham yang paling menarik di sektor bahan baku. 

KRAS Teken Kerja Sama Baru

Langkah ekspansi global Krakatau Steel semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Xiamen ITG Group Co., Ltd (ITG) dan PT Dexin Steel Indonesia. Kesepakatan ini tercapai pada ajang BRICS Innovation Base Industry Project Matchmaking Meeting yang digelar di Beijing, China, pada 28 Juni 2025, sebagai bagian dari delegasi Indonesia. 

Penandatanganan MoU tersebut menandai momen penting dalam upaya Krakatau Steel memperluas jangkauannya ke pasar global.

Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel, menyatakan bahwa kerja sama ini mencakup produk baja seperti Slab dan Hot Rolled Coil, dengan potensi ekspansi lebih lanjut. 

Dalam pernyataannya, Akbar mengungkapkan, "Krakatau Steel berkolaborasi dengan Xiamen ITG Group Co., Ltd dan PT Dexin Steel Indonesia, untuk memperluas jaringan dan menciptakan peluang baru di industri baja."

Ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat eksistensinya di pasar internasional.

Forum BRICS yang dihadiri oleh lebih dari 200 perwakilan dari negara-negara anggota dan mitranya tersebut bertujuan untuk membangun sinergi industri dan kolaborasi teknologi antarnegara. 

Dengan keikutsertaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS mulai Januari 2025, Krakatau Steel semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri baja global. Total ada 12 proyek dengan nilai lebih dari 30 miliar Yuan (sekitar USD4,18 miliar), dan Krakatau Steel adalah satu-satunya perusahaan Indonesia yang turut menandatangani MoU dalam ajang bergengsi ini.

Langkah ini semakin memperlihatkan optimisme Krakatau Steel terhadap masa depan perusahaan, meski menghadapi tantangan di tengah fluktuasi harga baja global.

“Kami terus berusaha melakukan peningkatan kinerja dan terbuka untuk kolaborasi strategis berskala global, baik dalam sektor baja maupun non-baja,” tegas Akbar Djohan. 

Upaya Krakatau Steel untuk memperluas pasar, khususnya ke Asia Tenggara dan internasional, sejalan dengan harapannya untuk memanfaatkan potensi besar dari proyek-proyek ini yang diyakini akan menjadi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan inovasi industri. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait