Market Hari Ini 08 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Saham MEDC Dekati 1.800, ke Sini Arah Targetnya

Saham MEDC bergerak di kisaran 1.765 dengan indikator teknikal didominasi sinyal beli, sementara konsensus 20 analis menetapkan target harga rata-rata Rp1.998 per saham.

Saham MEDC mendekati 1.800 dengan indikator teknikal kuat. Konsensus 20 analis memberi rekomendasi beli dengan target harga rata-rata Rp1.998.

Sektor energi sedang mendapatkan sentimen positif dari memanasnya situasi di Timur Tengah. Konsensus analis memberikan target harga untuk MEDC. (Foto: Dok Medco Energi)
Sektor energi sedang mendapatkan sentimen positif dari memanasnya situasi di Timur Tengah. Konsensus analis memberikan target harga untuk MEDC. (Foto: Dok Medco Energi)

Daftar Isi

  1. 01 Konsensus Analis

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali menjadi perhatian pasar setelah harga berada di kisaran 1.765 pada perdagangan terakhir. Pergerakan ini terjadi usai saham energi tersebut mencatat kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir yang disertai peningkatan aktivitas transaksi.

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 6 Maret 2026, MEDC ditutup di level 1.765 setelah bergerak dalam rentang harian antara 1.330 hingga 1.380. Pergerakan tersebut terjadi setelah saham ini mengalami tren kenaikan sejak awal 2026, dengan volume transaksi yang meningkat pada beberapa sesi terakhir.

Secara teknikal, indikator momentum menunjukkan dominasi sinyal beli. Relative Strength Index (RSI) berada di level 74,00 yang mencerminkan tekanan beli yang relatif kuat. Stochastic oscillator berada di angka 51,46 dengan kondisi netral, sementara Stochastic RSI berada di level 100 yang berada pada kategori beli berlebih.

Indikator Williams Percent Range tercatat di posisi minus 29,93 dengan sinyal beli. Commodity Channel Index berada di level 195,84 yang juga menunjukkan tekanan beli yang kuat. Sementara indikator Ultimate Oscillator berada di level 57,85 dengan sinyal beli.

Indikator tren lainnya juga memperlihatkan kondisi serupa. Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di level 118,76 dengan sinyal beli, sementara Average Directional Index berada di angka 31,71 yang menunjukkan adanya kekuatan tren pada pergerakan harga.

Sementara, indikator volatilitas Average True Range tercatat di kisaran 170,35 yang menunjukkan pergerakan harga yang relatif aktif dalam beberapa sesi terakhir. Sementara indikator Rate of Change berada di level 33,20 yang menunjukkan peningkatan momentum harga dibandingkan periode sebelumnya.

Seluruh indikator rata-rata pergerakan utama juga berada dalam status sinyal beli. Moving average lima hari (MA5) tercatat di sekitar 1.656 untuk metode sederhana dan 1.678 untuk metode eksponensial. Rata-rata sepuluh hari berada di kisaran 1.571 dan 1.586, sementara rata-rata dua puluh hari berada di sekitar 1.442 hingga 1.492.

Untuk periode yang lebih panjang, moving average lima puluh hari (MA50) tercatat di sekitar 1.312 hingga 1.375. Moving average seratus hari (MA100) berada di kisaran 1.278 dan rata-rata dua ratus hari (MA200) berada di sekitar 1.155 hingga 1.150. 

Posisi harga yang berada di atas seluruh indikator tersebut menunjukkan tren harga yang masih berada di atas rata-rata pergerakan utama.

Data pivot point menunjukkan area acuan harga berada di sekitar 1.705 sebagai titik pivot utama pada metode klasik. Level resistensi pertama berada di kisaran 1.795 dengan resistensi berikutnya berada di sekitar 1.865 hingga 1.955.

Pada sisi bawah, area support pertama berada di sekitar 1.635 dengan support berikutnya berada di kisaran 1.545 hingga 1.475. Dalam metode Fibonacci, area resistensi berada di kisaran 1.766 dan 1.804 sementara resistensi berikutnya berada di sekitar 1.865.

Konsensus Analis

Selain dinamika teknikal, konsensus analis juga menunjukkan kecenderungan serupa terhadap saham ini. Data peringkat analis menunjukkan seluruh 20 analis yang memantau saham MEDC memberikan rekomendasi beli.

Target harga rata-rata analis berada di sekitar Rp1.998 per saham dengan estimasi tertinggi di Rp2.500 dan estimasi terendah di Rp1.600. Dengan posisi harga saat ini di sekitar Rp1.765, target rata-rata tersebut menunjukkan jarak harga yang masih berada di atas posisi pasar saat ini.

Dari sisi proyeksi fundamental, konsensus analis memperkirakan pendapatan perusahaan pada 2026 berada di kisaran Rp40,29 triliun setelah pada 2024 tercatat sekitar Rp38,02 triliun dan estimasi 2025 berada di sekitar Rp37,93 triliun.

Laba operasional diperkirakan berada di kisaran Rp12,29 triliun pada 2026 setelah sebelumnya berada di sekitar Rp11,36 triliun pada 2024 dan estimasi Rp10,29 triliun pada 2025.

Sementara itu laba bersih diproyeksikan berada di kisaran Rp5,95 triliun pada 2026 setelah pada 2024 tercatat sekitar Rp5,82 triliun dan estimasi 2025 berada di sekitar Rp2,74 triliun.

Proyeksi tersebut juga tercermin pada estimasi laba per saham yang diperkirakan berada di sekitar 250 pada 2026 setelah sebelumnya berada di kisaran 231 pada 2024 dan estimasi sekitar 115 pada 2025.

Pergerakan harga MEDC dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan fase kenaikan yang cukup konsisten dengan volume transaksi yang meningkat pada sejumlah sesi perdagangan, bersamaan dengan dominasi indikator teknikal yang masih menunjukkan sinyal beli.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait