Market Hari Ini 26 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Saham Mitra Keluarga (MIKA) Beri Peluang Akumulasi: Ini Rekomendasi RHB Sekuritas

Saham MIKA melemah tipis 0,80 persen ke Rp2.480, namun RHB Sekuritas tetap rekomendasikan buy on support Rp2.450 dengan target Rp2.630, teknikal harian masih sangat beli.

Harga saham MIKA turun tipis ke Rp2.480, tapi teknikal harian beri sinyal sangat beli. RHB Sekuritas rekomendasikan buy on support dengan target hingga Rp2.630.

Gedung Rumah Sakit Mitra Keluarga Cikarang (Foto: Dok. Mitra Keluarga)
Gedung Rumah Sakit Mitra Keluarga Cikarang (Foto: Dok. Mitra Keluarga)

KABARBURSA.COM - Harga saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sempat melemah tipis 0,80 persen ke Rp2.480 pada perdagangan sesi pertama Jumat, 26 September 2025. Walau begitu, RHB Sekuritas Indonesia tetap konsisten menempatkan emiten rumah sakit ini dalam posisi buy on support. 

Indikator teknikal harian bahkan masih menunjukkan sinyal dominan beli, memberikan ruang optimisme di tengah koreksi ringan.

MIKA diperdagangkan dalam tren yang cenderung positif sepanjang beberapa pekan terakhir, meski sempat terkoreksi tipis dari level pembukaan Rp2.500 ke Rp2.480. RHB Sekuritas Indonesia merekomendasikan strategi buy on support dengan area masuk di Rp2.450, target harga jangka pendek di Rp2.550 (+4,08 persen), dan target lanjutan di Rp2.630 (+7,35 persen). 

Untuk mengantisipasi risiko, level stop loss dipatok di bawah Rp2.350. Strategi ini menekankan bahwa koreksi saat ini masih dalam batas wajar sebagai peluang akumulasi, bukan tren pembalikan.

Secara teknikal, indikator harian MIKA menunjukkan kecenderungan kuat ke arah bullish. Relative Strength Index (RSI) berada di 59,4 yang masih memberi ruang kenaikan. MACD bergerak positif dengan sinyal beli, sementara CCI (98,5) dan ROC (4,64) turut menegaskan momentum penguatan.

Beberapa indikator memang memberi tanda jenuh beli, seperti Stochastic (85,9) dan Williams %R (-16,6). Ini menandakan potensi konsolidasi jangka pendek. Namun, secara keseluruhan rangkuman teknikal tetap berada di posisi sangat beli dengan 7 indikator memberi sinyal beli berbanding hanya 1 jual.

Dari sisi moving average, tren jangka menengah masih positif. MA10 hingga MA100 mendukung posisi beli, dengan harga saat ini masih berada di atas rata-rata pergerakan tersebut. Hanya MA200 eksponensial yang memberi sinyal jual, menunjukkan kehati-hatian untuk tren jangka panjang. 

Level pivot harian juga mengindikasikan support kuat di area Rp2.454–2.465, sejalan dengan strategi buy on support yang direkomendasikan.

Sektor kesehatan sendiri menjadi salah satu pilar defensif di tengah gejolak pasar. Permintaan layanan rumah sakit relatif stabil bahkan cenderung meningkat pasca pandemi, menjadikan MIKA sebagai salah satu emiten yang menarik untuk jangka menengah. 

Dengan valuasi yang terjaga dan pertumbuhan stabil, saham ini banyak dipilih investor institusi sebagai aset defensif di portofolio mereka.

Koreksi tipis harga MIKA saat ini masih dalam kategori sehat, mengingat tren teknikal jangka pendek dan menengah masih mengarah positif. RHB Sekuritas Indonesia menekankan strategi buy on support di Rp2.450 dengan target kenaikan bertahap hingga Rp2.630. 

Investor disarankan tetap disiplin pada level stop loss Rp2.350 untuk mengantisipasi perubahan tren mendadak.

Secara keseluruhan, sinyal teknikal yang masih dominan beli dan prospek sektor kesehatan yang defensif mendukung pandangan bahwa koreksi MIKA justru memberi peluang akumulasi, bukan alasan untuk keluar dari pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait