Market Hari Ini 03 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Saham OILS Melonjak 4,55 Persen, Harga Selanjutnya Uji 300-326

Lonjakan volume 2,49 juta lot dan antrean offer 315 ribu lot warnai kenaikan OILS ke 276, dengan area 300–326 menjadi zona uji berikutnya di tengah tarik-menarik distribusi dan akumulasi.

OILS naik 4,55 persen ke 276. Volume melonjak, tekanan jual tebal. Harga berpeluang uji area 300–326.

Melesatnya harga OILS salah satunya disebabkan oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. (Foto: Indo Oil Perkasa)
Melesatnya harga OILS salah satunya disebabkan oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. (Foto: Indo Oil Perkasa)

Daftar Isi

  1. 01 Harga Dekati Area Resistensi

KABARBURSA.COM – Saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) tiba-tiba bergerak agresif dan masuk jajaran trending stocks di IHSG setelah melonjak 4,55 persen ke level 276 pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.

Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual yang relatif besar di sisi penawaran, namun harga tetap mampu bertahan di zona hijau dan mendekati area resistensi jangka menengah.

Secara intraday, OILS dibuka di level 280 dengan harga tertinggi 326 dan terendah 262 sebelum ditutup di 276. Volume transaksi tercatat 2,49 juta lot dengan nilai Rp74,7 miliar dan rata-rata harga 301, menunjukkan aktivitas perdagangan yang meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya. 

Lonjakan volume ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi pelaku pasar dalam waktu singkat.

Dari sisi order book, total antrean offer mencapai 315.133 lot dengan frekuensi 2.232 kali, jauh lebih besar dibanding total bid sebesar 40.886 lot dengan frekuensi 662 kali. Struktur ini mencerminkan tekanan jual yang dominan di atas harga berjalan. 

Namun demikian, harga tetap terkerek naik yang menandakan adanya penyerapan di sisi bid yang cukup agresif untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran.

Data broker summary memperlihatkan akumulasi signifikan pada beberapa sekuritas. Broker Semesta Indovest Sekuritas (MG) mencatat pembelian Rp1,7 miliar dengan rata-rata harga 260, disusul Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) Rp828,8 juta di harga 255 dan Ajaib Sekuritas Asia (XC) Rp694,3 juta di harga 250. 

Di sisi lain, tekanan jual datang dari Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai Rp881,1 juta pada harga rata-rata 253, serta Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (BQ) dan Phintraco Sekuritas (AT) masing-masing Rp521,7 juta dan Rp488,9 juta. 

Struktur ini menunjukkan adanya distribusi dan akumulasi yang berjalan bersamaan pada rentang harga 249–260.

Harga Dekati Area Resistensi

Secara teknikal harian, pergerakan OILS memperlihatkan lonjakan harga yang mematahkan pola konsolidasi pendek di area 200–240. Level 276 saat ini mendekati area resistensi yang sebelumnya terbentuk pada fase kenaikan Oktober dan Desember, ketika harga sempat menyentuh kisaran 320 sebelum kembali terkoreksi. 

Lonjakan volume pada sesi terbaru menyerupai pola breakout awal, namun posisi harga masih berada di bawah puncak sebelumnya di area 320–330.

Tekanan jual yang terlihat tebal di order book menunjukkan bahwa pasokan saham pada level 278 hingga 296 masih cukup besar. Jika penyerapan berlanjut dan volume tetap tinggi, area 300–326 menjadi zona yang akan diuji sebagai resistance berikutnya. 

Sebaliknya, jika tekanan distribusi lebih dominan, harga berpotensi kembali menguji area 260 sebagai support terdekat, yang sebelumnya menjadi rata-rata akumulasi broker besar.

Pergerakan OILS saat ini mencerminkan fase transisi dari konsolidasi menuju potensi ekspansi volatilitas. Aktivitas broker menunjukkan adanya minat beli pada harga bawah, sementara sisi offer yang tebal mengindikasikan adanya realisasi keuntungan jangka pendek. 

Dengan volume dan frekuensi yang meningkat tajam, saham ini berada dalam fase perhatian pasar yang tinggi.

Arah gerak selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan harga bertahan di atas area 260 dan menembus zona 300 secara konsisten. Struktur perdagangan menunjukkan tarik-menarik antara distribusi dan akumulasi dalam rentang harga yang sempit, sementara lonjakan volume menempatkan OILS dalam radar pelaku pasar jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait