Market Hari Ini 30 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Saham PGEO Terjun Bebas, tapi Asing Mulai Akumulasi

PGEO memang tengah berkutat di zona merah. Dalam periode sepekan, saham emiten produksi panas bumi ini terpantau melemah sebesar 4,13 persen.

Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ditutup terkoreksi usai melemah 2,11 persen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Foto: Dok. PGE)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Foto: Dok. PGE)

KABARBURSA.COM - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ditutup terkoreksi usai melemah 2,11 persen atau 25 poin ke level 1.160 pada perdagangan Jumat, 28 November 2025.

PGEO memang tengah berkutat di zona merah. Dalam periode sepekan, saham emiten produksi panas bumi ini terpantau melemah sebesar 4,13 persen.

Pun dalam periode sebulan dan tiga bulan terakhir, saham PGEO melemah masing-masing sebesar 11,79 persen dan 20,55 persen.

Meski demikian, saham anak usaha Pertamina ini masih kuat dalam peridoe year to date (ytd) sebesar 24,06 persen. Sementara dalam satu tahun menghijau 17,17 persen.

Walaupun melemah dalam jangka pendek, saham PGEO terpantau mulai diakumulasi investor asing, terutama pada perdagangan Jumat 28 November 2025.

Mengutip data perdagangan Stockbit, investor asing membeli saham PGEO dari beberapa broker, salah satunya Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) yang memborong saham Rp2 miliar di harga rata-rata Rp1.181.

Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) juga menyerok saham ini di angka Rp1,2 miliar sebanyak 10 ribu lot di rentang harga Rp1.168.

Pembelian jumbo juga dilakukan BNI Sekuritas (NI) dengan nilai Rp641,8 juta di harga rata-rata Rp1.178. Serta Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG) seharga Rp487,6 juta di rentang harga Rp1.161.

Di satu sisi, berdasarkan data riset yang dihimpun dari Stockbit, sebanyak 14 dari 17 analis memberikan rekomendasi buy untuk PGEO, sementara tiga analis memilih hold dan tidak satu pun yang merekomendasikan sell.

Dalam riset yang sama, analis menetapkan target harga rata-rata di Rp1.768, atau sekitar +52 persen lebih tinggi dibanding harga pasar saat ini di Rp1.160. Target harga tertinggi diproyeksikan mencapai Rp2.400, sementara proyeksi terendah berada di level Rp1.400.(*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait