Market Hari Ini 08 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Saham Pilihan IPOT Minggu Ini, Ada Potensi Cuan?

Inflow asing dan tren teknikal dukung IHSG. Simak strategi buy on weakness dan saham unggulan IPOT untuk pekan 8–12 Desember 2025.

IHSG berpeluang naik didukung inflow asing. Cek rekomendasi saham IPOT: DATA, UNVR, BMRI, dan obligasi PBS38 & FR59 untuk strategi investasi.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menilai momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang berlanjut.

“Kondisi tersebut berpotensi mendorong peningkatan inflow dana asing ke pasar saham domestik, khususnya pada saham-saham yang telah menunjukkan tren naik. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam range 8.625–8.707,” kata Hari dalam keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.

Memasuki periode perdagangan 8–12 Desember 2025, Hari mengimbau investor memanfaatkan saham bertren naik (uptrend) melalui strategi buy on weakness dengan disiplin manajemen risiko.

Menurutnya, volatilitas pasar masih dapat muncul karena beberapa saham mencatat kenaikan signifikan pekan lalu. Dalam laporan pekanannya, IPOT merilis sejumlah rekomendasi yang dinilai memiliki potensi menarik:

Rekomendasi pertama adalah PT DCI Indonesia Tbk (DATA) dengan entry 4570 dan target 5100. DATA mencatat kenaikan 10 persen pada perdagangan Jumat lalu, yang dianggap sebagai sinyal awal perubahan tren. Harga DATA juga bertahan di atas EMA-5 hingga EMA-50, mengonfirmasi potensi penguatan lanjutan.

Selanjutnya, IPOT merekomendasikan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan entry 2710 dan target 2840. Saham UNVR dinilai mendapat sentimen positif dari proyeksi kenaikan indeks keyakinan konsumen dan penjualan ritel. Secara teknikal, UNVR tetap dalam tren naik dan berpeluang mengalami reversal jangka pendek setelah menguji area support.

Rekomendasi berikutnya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan entry 4900 dan target 5100. BMRI mencatat akumulasi asing terbesar pekan lalu dengan total sekitar Rp801 miliar. Harga yang stabil di atas EMA-5 memperlihatkan minat beli investor asing yang masih kuat.

Selain saham, IPOT juga merekomendasikan instrumen pendapatan tetap. Obligasi PBS38 menawarkan yield to maturity (YTM) 6,72 persen dan cocok untuk investor tenor panjang, sementara FR59 dengan YTM 4,73 persen menjadi opsi menarik untuk tenor pendek yang lebih fleksibel.

Didukung sentimen global yang kondusif, stabilitas ekonomi domestik, serta kuatnya arus modal asing, IHSG dinilai masih memiliki peluang mendekati area rekor tertinggi. Namun pemilihan aset yang cermat dan disiplin risiko tetap menjadi faktor utama dalam memaksimalkan peluang pasar pekan ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait