Market Hari Ini 26 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Saham PT Timah (TINS) Koreksi Dalam, Analis Beri Rekomendasi Buy on Pullback

TINS terkoreksi di sesi I perdagangan, namun analis menilai koreksi ini sehat di tengah tren bullish jangka menengah dengan sinyal teknikal masih sangat beli.

Saham TINS terkoreksi tipis di sesi I, namun tren bullish jangka menengah tetap terjaga dengan sinyal teknikal sangat beli. Investor disarankan buy on pullback.

Koreksi dalam TINS dianggap sebagai koreksi sehat, di mana TINS masih memiliki peluang untuk bullish. Foto: AI untuk KabarBursa.
Koreksi dalam TINS dianggap sebagai koreksi sehat, di mana TINS masih memiliki peluang untuk bullish. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM - PT Timah Tbk (TINS) mencatat pelemahan pada sesi I perdagangan Jumat, 26 September 2025, turun 1,42 persen ke Rp1.385 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi Rp1.425 dan terendah Rp1.355. 

Meski terkoreksi, analis menilai pergerakan ini masih tergolong koreksi sehat di tengah tren menengah yang bullish. Indikator teknikal harian bahkan masih menunjukkan sinyal sangat beli, sehingga memberi ruang optimisme bagi investor.

Kinerja saham TINS hari ini mengalami tekanan jual setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 3,77 persen ke Rp1.405. Koreksi ini menekan harga ke area Rp1.385, namun posisinya masih berada jauh di atas semua garis rata-rata pergerakan (MA5, MA10, MA20, MA50, hingga MA200). 

Secara teknikal, hal ini menandakan tren menengah masih solid dalam jalur bullish, meski ada koreksi minor.

Dari sisi indikator, sinyal teknikal harian menunjukkan kecenderungan kuat ke arah positif. Relative Strength Index (RSI) berada di 74, masih mengindikasikan momentum beli meski masuk zona jenuh beli. MACD, ADX, dan Williams %R turut menegaskan tren penguatan. 

Secara keseluruhan, 10 indikator memberi sinyal beli, hanya satu yang netral, sehingga rangkuman teknikal masuk kategori sangat beli. Moving average juga sepenuhnya mendukung tren naik, dengan 12 sinyal beli tanpa ada sinyal jual.

Analis menilai koreksi saat ini lebih bersifat sebagai konsolidasi sehat setelah reli panjang. Volume perdagangan yang turun 38,6 persen saat harga terkoreksi memperkuat pandangan bahwa aksi jual tidak didukung distribusi besar, melainkan profit taking jangka pendek. Hal ini membuka peluang entry kembali di area support kuat 1.200–1.147.

Strategi yang disarankan terbagi dua. Pertama, bagi trader jangka pendek (scalping) dapat memanfaatkan level 1.405 dengan target bertahap ke 1.450, 1.500, dan 1.550. Kedua, untuk swing trader, entry bertahap di zona 1.200–1.147 dianggap lebih menarik dengan target jangka menengah 1.538 hingga 1.750. 

Disiplin cut loss di bawah 1.090 tetap perlu dijaga untuk mengantisipasi skenario terburuk.

Sinyal dari stochastic dan CCI yang berada di level tinggi memang mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek. Namun, dengan tren menengah yang masih bullish, investor justru disarankan menunggu momentum pullback ke area support atau MA5 di sekitar Rp1.216 sebagai titik akumulasi.

Meski TINS terkoreksi pada sesi I, tren menengah tetap bullish dengan dukungan penuh dari indikator teknikal. Rekomendasi yang relevan saat ini adalah buy on pullback, baik bagi scalper di area 1.400–1.405 maupun swing trader di kisaran support 1.200–1.216. 

Target jangka menengah berada di kisaran 1.538 hingga 1.750, sementara disiplin cut loss di bawah Rp1.090 menjadi kunci menjaga risiko.

Bagi investor jangka menengah, pelemahan TINS saat ini lebih dilihat sebagai peluang akumulasi di tengah tren kenaikan yang masih intact, bukan sinyal pelemahan fundamental. Koreksi sehat ini justru membuka ruang bagi investor untuk masuk dengan risiko yang lebih terukur.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait