Market Hari Ini 25 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham-saham Sepekan Terbang tapi Tertinggi Cuma 29 Persen

LCKM memimpin penguatan saham mingguan dengan kenaikan 29,36 persen, disusul HBAT, KING hingga DFAM.

Deretan saham top gainers sepekan dipimpin LCKM, HBAT dan KING dengan lonjakan harga dua digit.

LCKM memimpin daftar top gainers sepekan dengan penguatan hampir 30 persen. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
LCKM memimpin daftar top gainers sepekan dengan penguatan hampir 30 persen. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham sepanjang sepekan terakhir menunjukkan rotasi yang cukup agresif pada sejumlah saham lapis dua dan menengah. 

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026 sampai Jumat, 22 Mei 2025, saham berkode LCKM menjadi pemimpin penguatan mingguan setelah melonjak 29,36 persen.

Meski menjadi penguat terbesar sepekan, saham LCKM masih berada dalam tekanan lebih panjang. Secara year to date (ytd) saham ini masih terkoreksi 47,39 persen dan dalam enam bulan terakhir turun 51,38 persen.

Pada perdagangan terakhir, LCKM ditutup di level 141 setelah melemah 14,55 persen harian. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp141 miliar.

Posisi berikutnya ditempati HBAT yang naik 21,83 persen dalam sepekan. Saham ini bergerak cukup stabil dengan penguatan bulanan 17,07 persen dan lonjakan enam bulan mencapai 93,55 persen.

Secara tahunan, HBAT masih menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar dalam daftar tersebut setelah mencatat kenaikan 772,73 persen dalam satu tahun terakhir. Kapitalisasi pasar saham ini tercatat sekitar Rp499,56 miliar.

Saham KING juga masuk jajaran penguatan terbesar dengan kenaikan mingguan 14,84 persen ke level 565. Saham ini menjadi salah satu emiten dengan momentum paling kuat karena mencatat kenaikan 169,05 persen secara ytd dan 174,27 persen dalam satu tahun terakhir.

Selain itu, saham APLI naik 12,39 persen dalam sepekan meski masih terkoreksi 56,95 persen secara tahunan. Sementara DFAM menguat 12 persen dan membukukan kenaikan 180 persen dalam satu tahun terakhir.

Penguatan lain terlihat pada saham UNIC yang naik 11,03 persen dalam sepekan ke level 14.600. Saham ini juga mencatat penguatan tiga bulan sebesar 30,65 persen dan kenaikan tahunan sekitar 60,44 persen.

Saham CTBN dan TALF ikut masuk radar top gainers mingguan. CTBN naik 10,58 persen dalam sepekan dan ditutup di level 5.750, sedangkan TALF menguat 9,09 persen ke level 780.

TALF juga masih mencatat tren jangka menengah yang cukup positif dengan kenaikan enam bulan mencapai 60,49 persen dan penguatan tahunan sekitar 158,28 persen.

Di kelompok berikutnya, saham SRAJ naik 7,69 persen dalam sepekan ke level 14.000. Meski pergerakan jangka pendek masih fluktuatif, saham ini tercatat melonjak 365,12 persen dalam satu tahun terakhir dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp17,34 triliun.

Sementara itu, saham INTD menguat 7,50 persen dalam sepekan ke level 258. Saham ini membukukan kenaikan tahunan sekitar 34,38 persen dengan kapitalisasi pasar Rp152,69 miliar.

Data tersebut memperlihatkan penguatan saham sepekan terakhir tidak selalu berasal dari saham dengan fundamental besar atau kapitalisasi jumbo. Mayoritas penggerak pasar justru berasal dari saham menengah dan lapis dua dengan volatilitas yang relatif tinggi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait