Saham-saham yang Bersinar dan Terkapar Saat IHSG Terkoreksi

IHSG melemah di awal pekan, tapi sejumlah saham lapis tiga justru meroket. Siapa saja yang bersinar dan siapa yang tersungkur?

IHSG melemah tipis pada 2 Juni 2025. Namun, beberapa saham melonjak tajam, bahkan dari emiten kecil. Simak daftar saham paling cuan dan paling babak belur.

IHSG melemah tipis pada 2 Juni 2025. Namun, beberapa saham melonjak tajam, bahkan dari emiten kecil. Simak daftar saham paling cuan dan paling babak belur. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.
IHSG melemah tipis pada 2 Juni 2025. Namun, beberapa saham melonjak tajam, bahkan dari emiten kecil. Simak daftar saham paling cuan dan paling babak belur. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

Daftar Isi

  1. 01 Deretan Saham yang Terkapar

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG lagi ngos-ngosan, tapi bukan berarti semua saham ikut melempem. Di tengah koreksi indeks yang merosot lebih dari seratus poin, sejumlah emiten justru mencuri panggung dengan lonjakan harga yang tajam. Namun, di sisi lain, tak sedikit saham yang terjungkal parah jadi korban aksi jual massal. Siapa yang paling bersinar dan siapa yang paling terkapar?

IHSG menutup perdagangan Senin, 2 Juni 2025, dengan pelemahan tajam sebesar 1,54 persen dan mendarat di level 7.065,07. Koreksi ini terjadi di tengah tekanan dari saham-saham bank besar dan sentimen eksternal seperti ketegangan dagang AS–China. Namun, suasana kelabu itu tak sepenuhnya merata di seluruh papan bursa.

Di antara saham-saham yang tetap bersinar terang, RMKO (PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk) tampil sebagai jawara hari itu. Berdasarkan data Stockbit, saham ini melesat 34,41 persen ke harga penutupan Rp125. Disusul oleh BAJA (PT Saranacentral Bajatama Tbk) yang terbang 32,43 persen ke level Rp147. Kedua saham ini tampak diborong investor ritel dengan volume jumbo.

Tak ketinggalan, saham tambang PSAB (J Resources Asia Pasifik Tbk) juga ikut bersinar, naik 25 persen ke level Rp390. Lonjakan ini terjadi di tengah optimisme pasar atas rebound harga emas dunia yang kembali jadi pelarian di tengah ketidakpastian global.

Saham farmasi pun tak ketinggalan ikut mencuat. KAEF (Kimia Farma Tbk) dan PEHA (Phapros Tbk) masing-masing melambung 22 persen lebih yang menandai kembali menguatnya sektor kesehatan karena terdorong isu merebaknya kembali Covid-19. Adapun IRRA (Itama Ranoraya Tbk)juga  ikut terkerek 19,37 persen dan menjadikannya salah satu bintang di sektor kesehatan.

Sementara itu, dari sektor logistik dan shipping, MBSS (Mitrabahtera Segara Sejati Tbk) menanjak 10,13 persen ke level Rp1.250 karena didorong sentimen penguatan tarif pengangkutan dan prospek distribusi komoditas tambang.

Deretan Saham yang Terkapar

Namun, bukan pasar modal namanya kalau tak ada yang kepleset. Sejumlah saham mencatat koreksi dalam dan masuk daftar saham paling terpuruk hari itu. UNIQ (Ulima Nitra Tbk) ambrol 14,75 persen ke Rp416 dan menjadi top loser pertama hari itu. Disusul oleh IFSH (Ifishdeco Tbk) yang juga longsor 14,66 persen ke level Rp815–kemungkinan dipicu tekanan pada harga nikel global.

Saham lain yang ikut terjerembap adalah GTBO (Garda Tujuh Buana) yang turun 14,41 persen dan INDX (Tanah Laut Tbk) yang merosot 13,98 persen. Tak ketinggalan FAST (Fast Food Indonesia), pemilik waralaba KFC di Indonesia, juga ambruk 12,58 persen ke level Rp264. Tekanan ini terjadi seiring ekspektasi pasar atas pelemahan daya beli dan biaya operasional yang naik.

Saham lainnya seperti UNIC (Unggul Indah Cahaya), TCPI (Transcoal Pacific), hingga MAPB (Map Boga Adiperkasa) dan KOPI (Mitra Energi Persada) juga masuk jajaran saham yang alami koreksi tajam.

Fenomena kemarin cukup bikin kening berkerut. Di saat saham-saham berfundamental kuat justru tertekan mengikuti pelemahan IHSG, yang bersinar malah deretan saham yang jarang masuk radar. Sebut saja RMKO, BAJA, atau IRRA—semuanya bukan nama besar yang biasa dijagokan analis. Tapi entah justru saham-saham itulah yang melesat tajam hingga puluhan persen dalam sehari.

Kondisi ini menyiratkan aksi spekulatif masih mendominasi ruang gerak di bursa. Saham-saham berkapitalisasi kecil dan likuiditas tipis menjadi sasaran pergerakan tajam, entah karena dorongan rumor, euforia sesaat, atau skenario distribusi bertahap.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait