Market Hari Ini 14 Jan 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Saham Teknologi Dorong Reli Bursa Asia Hari ini

Bursa Asia menguat Rabu, 14 Januari 2026 didorong saham teknologi dan ekspektasi stimulus. Namun, pasar China justru terkoreksi, berbeda dengan Nikkei dan Kospi.

Bursa Asia menguat dipimpin Nikkei dan Kospi. SSE China justru turun, memicu kekhawatiran soal prospek pemulihan ekonomi Tiongkok.

Ilustrasi penguatan bursa ASIA. Foto: Freepik.
Ilustrasi penguatan bursa ASIA. Foto: Freepik.

Daftar Isi

  1. 01 Korea Selatan: Kospi Menguat Moderat

KABARBURSA.COM – Pergerakan bursa Asia hari ini, Rabu, 14 Januari 2026 serempak menguat. Nikkei 225 dan Kospi menguat cukup signifikan dan SSE Composite masih terkoreksi.

Kenaikan Nikkei 225 dan Kospi terjadi di tengah optimisme pelaku pasar terhadap saham teknologi dan ekspektasi stimulus di Jepang yang menopang reli indeks utama kawasan.

Di Tokyo, Nikkei 225 berada di level 54.153,52, naik +604,36 poin atau +1,13 persen dibanding sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah pasar merespons positif terhadap strategi kebijakan fiskal domestik dan momentum di sektor teknologi.

Laporan Reuters menyebutkan, saham Jepang memimpin reli di kawasan Asia, didorong oleh bullishness investor terhadap kecerdasan buatan (AI) dan ekspektasi kebijakan stimulus yang potensial.

“Kami melihat saham global berpotensi melanjutkan kenaikan pada 2026, dengan target kenaikan sekitar 10 persen untuk indeks MSCI AC World hingga akhir tahun,” ujar analis di Citi, dikutip dari Reuters, 13 Januari 2026. 

Korea Selatan: Kospi Menguat Moderat

Di Korea Selatan, Kospi menutup sesi pada 4.702,64, meningkat +10,00 poin atau +0,21 persen. Kenaikan indeks ini mencerminkan daya tahan pasar Korea dalam menghadapi sentimen global yang lebih luas. 

Kondisi ini terjadi ketika permintaan investor terhadap saham teknologi dan eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi masih kuat.

Sebaliknya, di China daratan, SSE Composite tidak menguat seperti indeks regional lain. Indeks ini turun 26,53 poin atau 0,64 persen ke posisi 4.138,76.

Penurunan ini terjadi meskipun pasar Asia menunjukkan reli, dan menggambarkan perbedaan dinamika antara pasar saham China dan bursa lain di kawasan Asia Pasifik.

Sekadar informasi, sentimen pasar regional dipengaruhi oleh lonjakan saham Jepang yang mencerminkan optimisme investor terhadap sektor teknologi dan prospek kebijakan stimulus.

Reuters mencatat rally saham Asia didukung oleh harapan terhadap pertumbuhan global yang kuat pada 2026, bahkan di tengah kekhawatiran geopolitik dan ketidakpastian moneter yang terus berlangsung. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait