Market Hari Ini 21 May 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Satu Emiten HSC Temui BEI Hari ini, Bahas Kepemilikan Saham

BEI mengungkap satu emiten kategori HSC bertemu bursa untuk membahas upaya memperluas kepemilikan publik dan meningkatkan likuiditas saham.

BEI menerima kunjungan satu emiten HSC untuk membahas distribusi kepemilikan saham publik. Simak daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Ilustrasi BEI panggil satu emiten yang masuk kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau highly concentrated stock (HSC). Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi BEI panggil satu emiten yang masuk kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau highly concentrated stock (HSC). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat satu emiten yang masuk kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau highly concentrated stock (HSC) yang dijadwalkan menemui pihak bursa pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan agenda pertemuan tersebut merupakan bagian dari komunikasi antara bursa dan emiten terkait status saham HSC. “Oh, ada hari ini ya,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Kamis, 21 Mei 2026.

Meski tidak mengungkap identitas perusahaan yang hadir, Jeffrey menyebut dalam satu pekan terakhir memang terdapat emiten HSC yang melakukan komunikasi dengan pihak bursa. 

“Setahu saya, satu (emiten) minggu ini,” katanya.

Menurut Jeffrey, pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan pembukaan metodologi penetapan saham HSC, melainkan lebih kepada upaya emiten meningkatkan distribusi kepemilikan saham kepada investor publik.

“Ya, mengenai metodologi kan tertutup. Makanya mungkin mau berdiskusi bagaimana supaya ada upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mendistribusikan lebih banyak kepemilikannya kepada publik lebih luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, BEI tidak akan membuka metodologi penetapan kategori HSC kepada publik karena mekanisme tersebut merupakan kebijakan internal bursa.

“Yang ditekankan bursa adalah bagaimana mereka mendistribusikan lebih banyak,” kata Jeffrey.

Saham HSC merupakan kategori yang diberikan kepada emiten dengan tingkat kepemilikan saham publik yang dinilai terlalu terkonsentrasi pada kelompok tertentu atau hanya dimiliki segelintir orang. HSC berpotensi memengaruhi likuiditas dan volatilitas perdagangan saham di pasar reguler.

Berdasarkan pengumuman BEI, sejumlah emiten yang masuk daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi antara lain PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT M Cash Integrasi Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait