Market Hari Ini 10 Jun 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

SBMA Tebar Dividen Rp3,71 Miliar, Segini per Lembarnya!

SBMA umumkan pembagian dividen Rp3,71 miliar dari laba 2024, dengan cum date 16 Juni dan pembayaran 2 Juli 2025.

SBMA bagikan dividen Rp4 per saham dari laba 2024. Cum date 16 Juni, dividen cair 2 Juli 2025. Cek jadwal lengkapnya di sini!

Fasilitas new air separation plant milik PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA). (Foto: Dok. Surya Biru Murni)
Fasilitas new air separation plant milik PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA). (Foto: Dok. Surya Biru Murni)

Daftar Isi

  1. 01 Hasil Ekspansi Bisnis SBMA Tahun 2024
  2. 02 Kinerja Harga Saham SBMA

KABARBURSA.COM - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mengumumkan bakal membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp3,71 miliar atau Rp4,00 per lembar saham. Pembagian dividen tersebut diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Manajemen menyampaikan pembayaran dividen tunai diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 18 Juni 2025 pukul 16.00 WIB. 

"Atau yang disebut sebagai Recording Date (Tanggal Pencatatan) Pemegang Saham yang berhak atas dividen tunai," tulis manajemen dikutip, Selasa, 11 Juni 2025.

Manajemen SBMA turut mengumumkan jika dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

"Jumlah pajak yang akan dikenakan menjadi tanggung jawab Pemegang Saham serta dipotong dari jumlah dividen tunai," tulis manajemen. 

Berikut detail pembagian dividen SBMA: 

1. Persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham 4 Juni 2025

2. Pengumuman 7 Juni 2025

3. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi 16 Juni 2025

4. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi 17 Juni 2025

5. Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai 18 Juni 2025

6. Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai 19 Juni 2025

7. Tanggal Pencatatan (Recording Date) 18 Juni 2025

8. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai 2 Juli 2025

Hasil Ekspansi Bisnis SBMA Tahun 2024

Direktur Utama SBMA, Rini Dwiyanti mengatakan, performa awal tahun ini merupakan cerminan hasil dari ekspansi bisnis yang dilakukan oleh perseroan di tahun lalu,

"Untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan, perusahaan membangun stasiun pengisian Argon dan Karbon Dioksida yang terpisah," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 10 Mei 2025.

Sebelumnya, lanjut Rini, fasilitas pengisian argon dan karbon dioksida berada di lokasi yang sama dengan stasiun pengisian oksigen dan nitrogen, menyebabkan kepadatan dan hambatan operasional.

Diketahui, SBMA mampu mencatat kinerja gemilang pada kuartal I 2025 setelah membukukan penjualan per 31 Maret 2025 senilai Rp32,48 miliar atau tumbuh 12,43 persen dibandingkan performa di periode sama tahun lalu sebesar Rp28,89 miliar.

Catatan positif di kuartal I 2025 ini membuat SBMA meraup laba kotor Rp15,05 miliar, meningkat 11,24 persen dari Rp13,35 miliar. Sehingga laba neto tahun berjalan perseroan per 31 Maret 2025 adalah Rp1,97 miliar.

Dari sisi neraca, emiten gas ini sukses menurunkan liabilitas 3,72 persen jadi Rp59,76 miliar dari Rp62,07 miliar. Sedangkan ekuitas naik 0,87 persen jadi Rp229,87 miliar dari Rp227,89 miliar. Sehingga total aset secara keseluruhan jadi Rp289,64 miliar.

Kinerja Harga Saham SBMA

Performa harga saham SBMA menunjukkan tren kurang memuaskan. Mengutip Stockbit, Selasa, 10 Juni 2025, dalam 12 bulan terakhir harga saham SBMA turun 27,44 persen.

Sementara secara year-to-date (ytd) tercatat minus 2,46 persen. Meski dalam tiga bulan terakhir harga saham sempat naik 12,26 persen, pergerakan tahunan tetap berada di zona merah. Saham ini diperdagangkan dalam rentang harga 52 minggu antara Rp104 hingga Rp168.

Dari sisi solvabilitas, SBMA berada dalam posisi yang relatif sehat. Rasio lancar (current ratio) tercatat sebesar 1,39 dan rasio cepat (quick ratio) di angka 1,17, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 

Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) juga tergolong rendah di level 0,13, mengindikasikan struktur permodalan yang konservatif.

Profitabilitas SBMA juga menunjukkan hasil positif. Margin laba kotor kuartalan emiten ini sebesar 46,34 persen, sedangkan margin laba operasi senilai 9,66 persen. 

Margin laba bersih tercatat 6,08 persen. Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing sebesar 4,60 persen dan 5,79 persen, mencerminkan efisiensi penggunaan aset dan ekuitas dalam menghasilkan laba. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait