Market Hari Ini 20 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Sejumlah Bank Sukses Jaga Rasio saat NPL UMKM Melonjak

Sejumlah Bank Sukses Jaga Rasio saat NPL UMKM Melonjak
Sejumlah Bank Sukses Jaga Rasio saat NPL UMKM Melonjak

KABARBURSA.COM - Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di segmen UMKM mengalami peningkatan. Terdapat kenaikan NPL sebesar 0,3persen YoY dari 3,41persen pada tahun 2022 menjadi 3,71persen pada tahun 2023.

Angka tersebut hampir menyamai rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM selama masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang mencapai 3,95persen.

Dari segi klasifikasi usaha, rasio NPL tertinggi terjadi pada kredit usaha menengah, mencapai 5,05persen. Angka ini telah melampaui batas rasio NPL yang sehat. Terdapat lebih banyak kredit macet pada segmen usaha menengah dibandingkan dengan kredit yang lancar.

Di sisi lain, rasio NPL pada kredit usaha kecil berada di bawah rasio kredit usaha menengah, dengan angka sebesar 4,24persen, sementara rasio NPL pada kredit usaha mikro tetap terjaga di level 2,65persen. Pada tahun 2023, total baki debet kredit UMKM mencapai Rp 1,460 triliun, naik dari Rp 1,351 triliun pada tahun sebelumnya.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat kenaikan rasio NPL dari tahun 2022 ke 2023. Rasio kredit macet pada segmen usaha kecil memiliki angka tertinggi, mencapai 4,88persen dari 4,30persen pada tahun 2022.

Sementara itu, rasio NPL kredit usaha menengah pada tahun 2023 adalah 2,56persen, naik dari 2,36persen pada tahun sebelumnya. Untuk segmen mikro, terjadi kenaikan dari 1,74persen pada tahun 2022 menjadi 2,47persen pada tahun 2023.

Sekretaris Perusahaan BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa rasio NPL masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh regulator. BRI, yang fokus pada penyaluran kredit ke segmen UMKM, mengelola kredit bermasalah dengan baik.

Kemampuan BRI dalam mengelola NPL membuktikan bahwa prinsip manajemen risiko telah diterapkan dengan baik. Hendi menegaskan bahwa bank ini akan tetap mempertahankan pencadangan yang memadai.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga berhasil menjaga rasio NPL di sektor UMKM dengan baik hingga akhir 2023, dengan angka 1,9persen. Secara keseluruhan, rasio NPL coverage BCA mencapai 234,1persen pada akhir tahun tersebut.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa BCA selalu mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM. BCA akan terus mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor UMKM dan berkomitmen mendukung pembiayaan inklusif.

Diketahui bahwa kredit UMKM BCA terus bertumbuh sejak mencapai level Rp 100 triliun pada Mei 2023, mencapai Rp 107,9 triliun pada akhir tahun yang sama, naik 16,0persen YoY.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait