Market Hari Ini 17 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Sektor Nikel Seret, Laba Rontok: HILL dalam Tekanan Asing

Broker YU milik CGS International Sekuritas tercatat agresif melepas saham HILL sepanjang Mei 2026. Tekanan jual muncul di tengah penurunan kinerja dan rugi jumbo Hillcon pada 2025.

CGS International Sekuritas tercatat agresif membuang saham HILL sepanjang Mei 2026 di tengah rugi jumbo Hillcon Rp1,28 triliun pada 2025.

Pendapatan Hillcon turun menjadi Rp3,45 triliun pada 2025 dari Rp3,94 triliun pada 2024. (Foto: dok Hillcon)
Pendapatan Hillcon turun menjadi Rp3,45 triliun pada 2025 dari Rp3,94 triliun pada 2024. (Foto: dok Hillcon)

Daftar Isi

  1. 01 Fundamental HILL Kedodoran

KABARBURSA.COM – Tekanan besar muncul dalam pergerakan saham PT Hillcon Tbk (HILL) sepanjang Mei 2026. Di tengah pergerakan harga yang cenderung melemah, broker besar terlihat dominan melakukan distribusi.

Kalender transaksi broker menunjukkan CGS International Sekuritas Indonesia (YU) hampir terus berada di sisi jual dalam sebagian besar perdagangan Mei. Aksi distribusi terbesar muncul pada 4 Mei, ketika broker tersebut melepas saham HILL senilai Rp1,1 miliar dengan volume mencapai 540,4 ribu lot di rata-rata harga 20.

Tekanan jual itu belum berhenti. Pada 5 Mei, YU kembali mencatat net sell Rp211,5 juta, lalu sempat berubah arah dengan pembelian kecil Rp10 juta pada 6 Mei dan Rp4 juta pada 7 Mei.

Namun setelah itu, distribusi kembali berlanjut. Pada 8 Mei, YU melepas Rp42,6 juta saham HILL, lalu meningkat menjadi Rp95,1 juta pada 11 Mei, Rp946,1 juta pada 12 Mei, dan Rp261 juta pada 13 Mei.

Jika ditotal, sepanjang periode tersebut YU mencatat net sell lebih dari Rp2,6 miliar. Di sini ada tekanan distribusi yang cukup konsisten di saham HILL.

Fundamental HILL Kedodoran

Yang menarik, tekanan jual tersebut muncul ketika fundamental Hillcon juga sedang mengalami tekanan besar. Dalam paparan publik Desember 2025, Hillcon sebenarnya masih menunjukkan posisi sebagai kontraktor tambang dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan telah menyelesaikan 212 proyek.

Hillcon juga memiliki bisnis utama di jasa pertambangan nikel dan batu bara dengan kontribusi hampir seluruh pendapatan berasal dari jasa pertambangan. Pada 2025, sekitar 97,54 persen pendapatan berasal dari jasa pertambangan, sedangkan jasa konstruksi hanya berkontribusi sekitar 2,46 persen.

Namun tekanan mulai terlihat dari sisi keuangan. Pendapatan Hillcon turun menjadi Rp3,45 triliun pada 2025 dari Rp3,94 triliun pada 2024.

Yang lebih berat, laba kotor Hillcon berubah menjadi rugi bruto Rp417,7 miliar pada 2025 setelah sebelumnya masih mencatat laba bruto Rp543,7 miliar pada 2024.

Kondisi itu ikut menekan laba bersih perusahaan. Pada 2025, Hillcon membukukan rugi bersih Rp1,28 triliun, berbalik tajam dibanding laba tipis Rp5,87 miliar pada 2024 dan laba Rp438,9 miliar pada 2023.

Tekanan juga terlihat dari posisi ekuitas yang turun drastis. Total ekuitas perusahaan menyusut menjadi Rp419,3 miliar pada 2025 dari Rp1,71 triliun pada 2024. Sementara total liabilitas meningkat menjadi Rp4,88 triliun.

Meski begitu, Hillcon sebenarnya masih memiliki basis operasional yang cukup besar. Hingga akhir 2025, perusahaan mengoperasikan 2.660 unit alat berat dengan 1.509 unit alat berat utama operasional.

Perusahaan juga masih menangani proyek pertambangan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan hingga Sulawesi dan Maluku.

Di pasar, kondisi ini membuat saham HILL bergerak lebih berat. Aksi jual YU menjadi sinyal bahwa pelaku besar masih cenderung berhati-hati terhadap arah saham ini.

Distribusi yang terlalu agresif ini membuat harga bergerak mendekati area bawah dan membuka ruang technical rebound jangka pendek ketika tekanan jual mulai mereda.

Untuk saat ini, pasar masih akan menunggu apakah distribusi CGS International benar-benar selesai atau justru masih berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Sebab sejauh ini, arah HILL masih berada dalam fase tarik-ulur antara tekanan fundamental dan peluang rebound teknikal jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait