Market Hari Ini 24 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Sektor Properti tak Bergairah, Saham BSDE Jual atau Buy on Weakness?

Saham BSDE melemah di tengah lesunya sektor properti, namun RHB Sekuritas merekomendasikan buy on weakness dengan target kenaikan hingga 12,7 persen.

BSDE terkoreksi, sinyal teknikal dominan jual. RHB Sekuritas tetap sarankan buy on weakness dengan target harga 1.095–1.150.

Salah satu maket garapan PT Bumi Serpong Damai. Foto: Dok BSDE.
Salah satu maket garapan PT Bumi Serpong Damai. Foto: Dok BSDE.

KABARBURSA.COM – Sektor properti kembali menjadi sorotan setelah saham PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) tertekan cukup dalam dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan harga yang melemah hingga menembus level psikologis 1.010 menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor, apakah saham ini sebaiknya dilepas, atau justru dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi lewat strategi buy on weakness

Di tengah sinyal teknikal yang mayoritas mengarah pada jual, rekomendasi RHB Sekuritas untuk tetap mengincar BSDE di level bawah menambah dinamika menarik dalam perdebatan arah saham sektor properti yang belakangan ini cenderung kehilangan daya tarik.

RHB Sekuritas Indonesia mengeluarkan rekomendasi buy on weakness dengan area beli di 1.020. Strategi ini tampak kontras dengan kondisi terkini, di mana saham BSDE justru sedang melemah tajam, turun 2,88 persen ke level 1.010 pada perdagangan terakhir. 

Tekanan jual cukup terasa, bahkan dalam sepekan saham ini sudah terkoreksi hampir 10 persen.

Meski begitu, jika ditarik dalam rentang waktu lebih panjang, BSDE sebenarnya masih menyimpan catatan positif. Dalam tiga hingga enam bulan terakhir, saham ini mampu menguat masing-masing 25,6 persen dan 29,7 persen, menandakan adanya fase akumulasi yang kuat di kuartal sebelumnya. 

Namun, dalam jangka lebih panjang, tren tidak sepenuhnya bersahabat. Secara year-to-date, BSDE hanya tumbuh 6,35 persen, sementara dalam satu tahun terakhir saham ini terkoreksi hampir 20 persen. 

Jika dilihat hingga horizon sepuluh tahun, performanya bahkan menyusut hampir 30 persen dari level puncaknya di 2.380. Catatan ini memberi gambaran bahwa meskipun ada fase reli dalam jangka pendek, tren besar saham BSDE masih diwarnai fluktuasi yang berat.

Dari sisi teknikal harian, mayoritas indikator justru memberi sinyal jual. Relative Strength Index (RSI) berada di level netral 48, tetapi indikator momentum seperti Stochastic dan Williams %R sudah masuk wilayah oversold. 

Hal ini menunjukkan tekanan jual cukup kuat, meski sekaligus memberi tanda bahwa saham bisa mendekati titik jenuh penurunan. Indikator lain seperti CCI, ROC, hingga Ultimate Oscillator kompak mengarah ke jual, menggambarkan lemahnya tenaga beli dalam jangka dekat. 

Sementara itu, Moving Average memberikan hasil yang campuran. Jangka pendek (MA5, MA10, MA20) menandai sinyal jual, sedangkan jangka menengah-panjang (MA50, MA100, MA200) masih menunjukkan sinyal beli. 

Dengan kata lain, saham BSDE saat ini sedang berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dengan potensi dukungan tren lebih panjang.

Dalam konteks inilah rekomendasi RHB Sekuritas untuk buy on weakness bisa dibaca. Strategi tersebut bukan diarahkan pada kondisi teknikal harian yang memang sedang negatif, melainkan pada peluang akumulasi ketika harga berada di kisaran bawah. 

Area beli di 1.020 berada sangat dekat dengan level pasar saat ini, memberi kesempatan masuk lebih awal bagi investor yang percaya BSDE masih memiliki potensi untuk bangkit. Target harga yang dipatok, yakni 1.095 hingga 1.150, menawarkan ruang kenaikan 7,3 persen hingga 12,7 persen. 

Risiko juga dikendalikan dengan stop loss di bawah 945, sehingga potensi kerugian dapat dibatasi.

Apakah strategi ini tepat? Jawabannya sangat bergantung pada horizon investasi. Untuk jangka pendek, sinyal teknikal memang belum mendukung, sehingga potensi koreksi lebih dalam masih terbuka. 

Namun, bagi investor dengan pandangan menengah hingga panjang, rekomendasi buy on weakness bisa dimaknai sebagai peluang akumulasi di harga diskon, terutama jika mempertimbangkan performa enam bulan terakhir yang masih positif.

Dengan kondisi pasar properti yang fluktuatif dan tren saham BSDE yang sedang tertekan, strategi RHB Sekuritas lebih cocok bagi investor yang siap menahan volatilitas jangka pendek demi peluang pemulihan jangka menengah. 

Sinyal teknikal harian memang menandai kelemahan, tetapi justru di titik inilah strategi buy on weakness menemukan relevansinya, yaitu membeli ketika tekanan pasar sedang memuncak, dengan harapan rebound berikutnya memberi hasil optimal.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait