Market Hari Ini 18 Nov 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Senin 18 November 2024, IHSG Dibuka Perkasa

Senin 18 November 2024, IHSG Dibuka Perkasa
Senin 18 November 2024, IHSG Dibuka Perkasa

Daftar Isi

  1. 01 Menakar Potensi Rebound IHSG di Tengah Penantian BI Rate
  2. 02 IHSG Melemah Sepekan

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 2 poin atau naik 0,03 persen ke level 7,163 pada perdagangan Senin, 18 November 2024.

Mengutip perdagangan RTI Bussiness, sebanyak 125 saham terpantau menghijau, 72 saham di zona merah, dan 244 saham mengalami stagnan.

Sementara itu melansir perdagangan Stockbit, saham-saham yang berada di posisi lima besar top gainer adalah NAIK (+19,23 persen), PNSE (+14,16 persen), TALF (+10,34 persen), NINE (+10,00 persen), dan MENN (+9,52 persen).

Sedangkan lima saham yang mengalami koreksi paling dalam ialah RCCC (-9,90 persen), BIMA (-9,89 persen), SOUL (-9,26 persen), AWAN (-8,98 persen), dan VINS (-8,62 persen).

Di sisi lain, Research Team PT Reliance Sekuritas Tbk, memproyeksikan IHSG masih akan diperdagangkan terbatas cenderung melah dengan support pada level 7,182 dan resistance pada level 7,319.

Reliance menuliskan, pasar akan mencermati perkembangan rupiah untuk melihat arah kebijkan suku bunga Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur, Rabu,

"Secara teknikal, IHSG melanjutkan pelemahan setelah breakdown dari level MA200 sementara indicator stochastic dan MACD masih berada di area death cross," tulis Reliance dalam risetnya kepada Kabar Bursa

Menurut Reliance, terdapat sejumlah saham yang memiliki potensi naik pada beberapa hari mendatang yaitu BRIS, RAJA, FILM, PYFA.

Menakar Potensi Rebound IHSG di Tengah Penantian BI Rate

Diberitakan sebelumnya, Phintraco Sekuritas dalam analisanya, memperkuat peluang rebound IHSG berdasarkan indikasi global trade yang membaik.

Mengutip sajian data dalam analisa Phintraco Sekuritas, kinerja ekspor Indonesia menunjukkan pertumbuhan 10.25 persen di bulan Oktober 2024. Di sisi lain, Phintraco juga mengungkap pertumbuhan kinerja impor Indonesia sebesar 17.49 persen. Kinerja keduanya dianggap signifikan dibanding realisasi pada bulan September 2024.

“Terhentinya relly Wall Street dapat membuka peluang technical rebound IHSG di awal pekan ini. Data ekonomi menunjukan pertumbuhan ekspor dan Impor Indonesia yang signifikan di Oktober 2024 dibanding realisasi September 2024. Data ini memperkuat indikasi bahwa global trade mulai membaik, khususnya di ASEAN dan Tiongkok,” dikutip dari analisa Phintraco Sekuritas, Minggu, 17 November 2024.

Diketahui, Tiongkok sendiri mencatatkan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 4.8 persen secara tahunan (year on year/YoY) di Oktober 2024 dari 3.2 persen yoy di September 2024. Hal ini sejalan dengan penurunan tingkat pengangguran Tiongkok sebesar 10 bps mom ke 5 persen di Oktober 2024.

“Kedua data ini memperkuat pandangan di atas,” tulis Phintraco Sekuritas.

Akan tetapi, analisa Phintraco Sekuritas tak menampik fokus pasar jelang penetapan suku bunga acuan atau BI Rate yang akan ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 20 November 2024, mendatang.

“Domestik, fokus pasar akan tertuju pada RDG BI pada 20 November 2024,” jelasnya.

Diketahui, RDG BI yang digelar pada 15 dan 16 Oktober 2024 lalu, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6,00 persen. Keputusan ini diambil untuk mempertahankan stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

Kendati begitu, Phintraco Sekuritas memandang BI akan menahan suku bunga acuannya di level 6 persen kendati The Fed dalam forum Federal Open Market Committe (FOMC) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps pekan lalu. “Hal ini dinilai merefleksikan keraguan BI terhadap peluang pemangkasan the Fed Rate di Desember 2024,” tulis analisa Phintraco Sekuritas.

Sementara di Indeks Wall Street, diketahui melemah pada Jumat kemarin. Analisa Phintraco Sekuritas menyebut, lemahnya Indeks Wall Street terjadi seiring respons pasar terhadap pidato terbaru Kepala The Fed, Jerome Powell, yang mengaku tidak akan terburu-buru untuk memangkas sukubunga acuan.

Kepercayaan ini didasari oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dinilai masih solid. Dalam sajian data Phintraco Sekuritas, menunjukan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 2.85 persen yoy di Oktober 2024, jauh lebih tinggi dari 1.98 persen yoy di September 2024.

“Confidence ini didasari oleh kondisi ekonomi AS yang dinilai masih solid. Pernyataan Powell tersebut didukung oleh petinggi the Fed lain, Susan Collins,” tutupnya.

IHSG Melemah Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan sepanjang pekan 11-15 November 2024, turun 1,73 persen ke level 7.161,258 dari posisi 7.287,191 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Aulia Noviana Utami Putri, menjelaskan penurunan ini juga tercermin dalam rata-rata frekuensi transaksi harian yang melemah 1,77 persen. Rata-rata transaksi turun menjadi 1,28 juta kali per hari dari 1,30 juta kali transaksi pada pekan lalu.

“Pergerakan investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp517,12 miliar dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp29,11 triliun,” ujar dia dikutip, Sabtu, 16 November 2024.

Pada periode yang sama, data perdagangan saham menunjukkan hasil bervariasi. Aulia mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang melonjak 48,51 persen. Volume transaksi meningkat menjadi 31,99 miliar lembar saham dari 21,54 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

“Peningkatan terjadi pula pada rata-rata nilai transaksi saham selama sepekan, yaitu mencapai 5,09 persen sebesar Rp12,28 triliun dari Rp11,67 triliun pada pekan sebelumnya,” ungkap dia.

Namun, lanjut Aulia, perubahan dialami oleh kapitalisasi pasar Bursa sebesar 1,46 persen menjadi 12.063 triliun dari Rp12.241 triliun pada pekan sebelumnya.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan  Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait