Market Hari Ini 08 Oct 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Sentimen Pasar Eropa: Bursa Diperkirakan Bervariasi di Tengah Ketidakpastian Global

Sentimen Pasar Eropa: Bursa Diperkirakan Bervariasi di Tengah Ketidakpastian Global
Sentimen Pasar Eropa: Bursa Diperkirakan Bervariasi di Tengah Ketidakpastian Global

Daftar Isi

  1. 01 Ketegangan Geopolitik Timur Tengah
  2. 02 Kenaikan Harga Minyak

KABARBURSA.COM - Bursa saham Eropa diprediksi akan dibuka dengan pergerakan bervariasi pada hari Selasa ini. Hal ini disebabkan oleh memburuknya sentimen regional setelah awal minggu yang bergejolak. Investor kini memperhatikan dengan seksama perkembangan konflik di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap pasar minyak, rantai pasokan, dan perekonomian global.

Sementara itu, bursa berjangka AS menunjukkan perubahan minimal setelah penurunan yang terjadi di Wall Street pada hari Senin. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi menjadi beban bagi pasar. Seperti dikutip di Jakarta, Selasa 8 Oktober 2024.

Di kawasan Asia-Pasifik, awal yang kuat pada pasar Tiongkok mulai mereda. Arahan dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memberikan sedikit rincian mengenai stimulus lebih lanjut, yang membatasi optimisme. Indeks CSI 300 Tiongkok, yang sebelumnya melonjak lebih dari 10 persen setelah pembukaan kembali dari liburan Golden Week, akhirnya mengurangi kenaikannya di sesi berikutnya.

Beberapa rilis penting yang akan mempengaruhi pasar minggu ini mencakup risalah Federal Reserve AS dan data perdagangan Jerman pada hari Rabu. Selanjutnya, inflasi AS dijadwalkan rilis pada hari Kamis, dan pertumbuhan ekonomi Inggris akan diumumkan pada hari Jumat.

Indeks FTSE 100 Inggris diperkirakan akan dibuka lebih rendah sebesar 47 poin pada level 8.302. Sementara itu, DAX Jerman diproyeksikan turun 181 poin menjadi 18.915, CAC Prancis berkurang 77 poin menjadi 7.501, dan FTSE MIB Italia naik 220 poin ke angka 33.814, berdasarkan data dari IG.

Laporan pendapatan yang dinantikan berasal dari OMV, dengan rilis data lain termasuk laporan penjualan ritel BRC, produksi industri Jerman, serta neraca perdagangan terbaru Prancis.

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Pasar saham Eropa ditutup dengan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Rabu, 2 Oktober 2024, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang semakin memanas antara Israel dan Iran telah membuat investor berhati-hati, sementara mereka juga terus mencermati perkembangan data ekonomi terbaru dari Zona Euro.

Indeks saham Eropa regional, Stoxx 600, hampir tidak mengalami perubahan signifikan di sesi penutupan. Beberapa sektor mencatatkan pergerakan yang berlawanan. Sektor utilitas menjadi yang paling tertekan, dengan penurunan sebesar 1,8 persen, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap penurunan permintaan dan tekanan dari ketidakpastian pasar energi.

Sebaliknya, saham di sektor minyak dan gas mengalami kenaikan tajam, naik 1,5 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia. Dengan meningkatnya konflik antara Israel dan Iran, para investor khawatir ketegangan dapat mengganggu aliran pasokan energi global.

Perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan juga mendapat dorongan positif dari ketegangan geopolitik. Saham Saab, produsen pertahanan asal Swedia, melonjak 2,5 persen, sementara perusahaan seperti Rheinmetall, BAE Systems, dan Thales juga mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen. Meningkatnya risiko konflik berskala besar di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu minat investor terhadap perusahaan-perusahaan pertahanan ini.

Di sisi lain, saham JD Sports, pengecer pakaian olahraga asal Inggris, justru anjlok hingga 6 persen. Penurunan ini terjadi meskipun laporan pendapatan JD Sports untuk paruh pertama tahun ini melampaui ekspektasi. Keterpurukan saham tersebut tampaknya terkait dengan laporan pendapatan Nike yang mengecewakan. JD Sports, yang menjadi salah satu pengecer utama produk Nike, terkena dampak negatif dari prospek buruk kinerja raksasa pakaian olahraga tersebut.

Kenaikan Harga Minyak

Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan misil balistik terhadap Israel sebagai balasan atas terbunuhnya pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, dan seorang komandan militer Iran di Lebanon. Eskalasi ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut dan berdampak pada kenaikan harga minyak.

Harga minyak Brent, patokan internasional, untuk kontrak Desember naik 0,7 persen menjadi USD74,03 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,7 persen ke level USD70,36 per barel. Kenaikan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global dari kawasan yang kaya akan sumber daya energi tersebut.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang sering digunakan sebagai barometer ketakutan di pasar saham Wall Street, mencapai level tertinggi di atas 20 pada hari Rabu, mencerminkan meningkatnya kecemasan di kalangan investor global. Meningkatnya volatilitas ini tidak terlepas dari ketidakpastian yang melingkupi Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar keuangan internasional.

Meskipun ketegangan geopolitik mendominasi perhatian, investor juga disuguhi kabar positif dari Zona Euro. Data dari Eurostat menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kawasan tersebut tetap stabil di angka terendah 6,4 persen untuk bulan Agustus. Stabilnya data ini memberikan sedikit sentimen positif di tengah kekhawatiran global yang meningkat.

“Investor masih khawatir dengan ketidakpastian di Timur Tengah. Namun, stabilnya data pengangguran di Eropa memberikan sedikit angin segar bagi pasar,” ungkap seorang analis pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait