KABARBURSA.COM – Kabar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang mendaftarkan prospektus final untuk rencana penerbitan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di bursa Hong Kong, menjadi angin segar.
Sepekan terakhir, harga EMAS mengalami kenaikan hingga 4,64 persen. Pada perdagangan terakhir, Jumat, 19 Juni 2026, saham ditutup di zona hijau secara konsisten. Bahkan, secara teknikal, sahamnya memiliki peluang untuk ke level 8.475.
Jika dilihat dari awal pekan, 15 Juni 2026, EMAS berada di posisi 7.000. Saham ini kemudian naik menjadi 7.325 pada 19 Juni 2026. Artinya, investor yang membeli di penutupan awal pekan sudah mengantongi keuntungan sekitar 325 poin atau 4,64 persen hanya dalam empat hari perdagangan.
Yang menarik, kenaikan tersebut tidak terjadi secara sporadis. Harga bergerak stabil dari 7.000 ke 7.100, kemudian bertahan di level tersebut sebelum akhirnya menembus 7.325 pada akhir pekan. Ada proses akumulasi yang lebih sehat dibanding lonjakan agresif dalam satu hari.
Volume transaksi pada 19 Juni juga meningkat signifikan menjadi 714 ribu lot dengan nilai transaksi Rp534,9 miliar, jauh lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya. Artinya, minat beli masih mendominasi pasar.
Meski demikian, satu hal yang perlu dicermati adalah aktivitas investor asing. Dalam empat hari terakhir, asing masih konsisten melakukan net sell. Pada 19 Juni saja, net sell asing mencapai Rp52,78 miliar setelah sebelumnya mencatat net sell Rp22,40 miliar hingga Rp37,48 miliar per hari.
Penguatan EMAS saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik.
Strategi Perdagangan Esok Hari
Dari sisi teknikal, posisi EMAS masih terlihat konstruktif. Harga saat ini berada di atas area MA20 yang menjadi salah satu indikator tren menengah. Selain itu, proyeksi gelombang yang menunjukkan posisi awal wave [C] dari wave {B} mengindikasikan potensi kenaikan masih belum selesai.
Dalam teori Elliott Wave, fase awal wave [C] sering kali menjadi periode ketika momentum mulai terbentuk sebelum memasuki fase kenaikan yang lebih kuat.
Untuk perdagangan esok hari, strategi yang paling menarik tetap mengikuti skenario buy on weakness dibanding mengejar harga di pembukaan. Area 7.125 hingga 7.300 menjadi zona yang cukup ideal untuk mencermati peluang masuk karena merupakan area support terdekat sekaligus area akumulasi yang masih sejalan dengan struktur uptrend saat ini.
Jika harga sempat terkoreksi ke area tersebut namun mampu bertahan, maka peluang melanjutkan penguatan menuju target pertama 7.975 masih terbuka lebar.
Sebaliknya, apabila EMAS langsung dibuka menguat dan mendekati area 7.500 hingga 7.600 tanpa melalui fase konsolidasi terlebih dahulu, investor perlu lebih berhati-hati karena risiko profit taking jangka pendek akan meningkat.
Secara keseluruhan, EMAS saat ini masih berada dalam posisi yang relatif lebih kuat dibanding banyak saham lain yang terdampak volatilitas IHSG. Kenaikan 4,64 persen dalam sepekan menunjukkan bahwa saham ini berhasil mempertahankan momentum positifnya.
Selama mampu bertahan di atas level psikologis 7.000 yang juga menjadi batas stop loss, tren naik jangka pendek masih terjaga. Dengan volume yang meningkat dan struktur teknikal yang masih bullish, peluang menuju area 7.975 hingga 8.475 masih terbuka, meski investor tetap perlu mewaspadai tekanan jual asing yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.(*)