KABARBURSA.COM - Hingga akhir sesi I perdagangan Senin, 15 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 5,03 persen atau naik lebih dari 300 poin ke level 6.309. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.313, dan menjadi salah satu penguatan intraday terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Reli berlangsung sangat merata. Sebanyak 690 saham bergerak naik, hanya 92 saham yang melemah, sementara 177 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi pun mencapai Rp17,16 triliun dengan frekuensi hampir 1,9 juta kali transaksi.
Investor asing juga sangat agresif dan selektif. Beberapa saham perbankan pelat merah diserbu, meski salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kehilangan dana asing.
Data transaksi menunjukkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp257,56 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp245,39 miliar. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing.
Saham lain yang mencatatkan arus asing yang sangat deras adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp285,93 miliar. Tepat di belakangnya ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Timah Tbk (TINS).
Dominasi saham perbankan dalam daftar pembelian asing menunjukkan bahwa sektor keuangan kembali menjadi pilihan utama ketika sentimen pasar mulai membaik. Investor global tampaknya mulai mencari emiten dengan fundamental kuat, valuasi yang menarik, serta prospek pertumbuhan laba yang relatif stabil di tengah berbagai ketidakpastian global.
BBRI Kehilangan Rp38,85 Miliar Dana Asing
Namun, ada satu anomali yang cukup menarik perhatian. Di saat BMRI dan BBNI menjadi incaran investor asing, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) justru masuk dalam daftar saham yang paling banyak dijual dengan nilai net foreign sell mencapai Rp38,85 miliar.
Nilai tersebut memang jauh lebih kecil dibandingkan tekanan jual pada saham-saham seperti BUMI yang mencatatkan net sell Rp179,47 miliar atau DSSA sebesar Rp145,58 miliar. Namun, keberadaan BBRI di daftar tersebut menunjukkan bahwa asing masih melakukan rotasi portofolio di dalam sektor perbankan.
Rotasi ini bisa dipahami mengingat dalam beberapa pekan terakhir BBRI sudah lebih dahulu mengalami penguatan yang cukup baik sehingga sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan dan mengalihkan dana ke saham perbankan lain yang dinilai memiliki ruang kenaikan lebih besar.
Sementara itu, BMRI dan BBNI mendapatkan sentimen positif tambahan dari ekspektasi kinerja yang solid serta potensi membaiknya arus likuiditas pasar.
Sentimen positif juga diperkuat oleh pernyataan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, yang menyebut perusahaan-perusahaan pelat merah sedang berada pada performa terbaiknya.
Menurutnya, penguatan IHSG dan apresiasi nilai tukar rupiah merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan investor terhadap transformasi dan kinerja BUMN yang kini dinilai lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.
Sektor Bahan Baku Pimpin Kenaikan
Pernyataan tersebut seolah menemukan momentumnya di lantai bursa. Seluruh sektor bergerak di zona hijau dengan kenaikan yang sangat solid. Sektor bahan baku memimpin dengan lonjakan hampir 10 persen, disusul sektor energi yang naik lebih dari 5 persen, industri 5,67 persen, serta sektor keuangan yang menguat hampir 4 persen.
Meski demikian, investor masih perlu mencermati apakah euforia ini akan berlanjut hingga penutupan perdagangan atau justru diikuti aksi ambil untung setelah kenaikan yang sangat tajam dalam waktu singkat.
Untuk saat ini, asing mulai kembali masuk ke pasar Indonesia dengan fokus utama pada saham-saham berfundamental kuat, terutama kelompok perbankan besar.
Jika arus dana asing tersebut terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, peluang IHSG untuk mempertahankan momentum penguatannya akan semakin terbuka. Apabila rotasi dan aksi profit taking mulai mendominasi, volatilitas diperkirakan tetap akan menjadi warna utama perdagangan dalam jangka pendek.(*)
SEO Description (maksimal 160 karakter)
SEO Keywords