Market Hari Ini 26 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Setoran Kepabeanan dan Cukai Lesu, Turun 4,97{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} YoY

Setoran Kepabeanan dan Cukai Lesu, Turun 4,97{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} YoY
Setoran Kepabeanan dan Cukai Lesu, Turun 4,97{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} YoY

KABARBURSA.COM- Pada Januari 2024, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 22,9 triliun, yang setara dengan 7,1 persen dari target APBN 2024 sebesar Rp 321 triliun.

Meskipun demikian, terjadi penurunan sebesar 4,97 persen YoY dalam penerimaan bea cukai dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, disebabkan oleh penurunan pada komponen seperti bea masuk dan cukai.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati setoran bea masuk pada Januari 2024 turun menjadi Rp 3,9 triliun, menurun 4,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Realisasi penerimaan bea keluar pada Januari 2024 mencapai Rp 1,2 triliun, naik 3,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang dipengaruhi oleh faktor harga komoditas dan kebijakan pemerintah," jelasnya Selasa 26 Februari 2024.

Dari setoran kepabeanan dan cukai, penerimaan cukai menjadi kontribusi terbesar, dengan jumlah mencapai Rp 17,9 triliun pada Januari 2024.

Namun demikian, terjadi penurunan 5,09 persen dalam setoran cukai, yang sejalan dengan pola realisasi tahun-tahun sebelumnya.

Penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp 17,5 triliun, dipengaruhi oleh pelunasan yang jatuh tempo pada awal Januari 2024 yang maju ke Desember 2023.

Sementara itu, penerimaan dari cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dan etil alkohol (EA) masing-masing mencapai Rp 0,5 triliun dan Rp 12,9 miliar, sejalan dengan aktivitas produksinya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait