Market Hari Ini 10 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Siapkan USD1,15 Juta, PSAB Bor 15 Ribu Meter Tanah Sulawesi

Kegiatan eksplorasi dilakukan melalui anak usaha JRBM dan ASA, meliputi pengeboran 15.135 meter di Blok Bakan dan studi specific gravity di Proyek Doup.

Kegiatan eksplorasi dilakukan melalui anak usaha JRBM dan ASA, meliputi pengeboran 15.135 meter di Blok Bakan dan studi specific gravity di Proyek Doup.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melanjutkan kegiatan eksplorasi mineral pada kuartal III 2025 melalui dua anak usahanya. (Foto: Dok. PSAB)
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melanjutkan kegiatan eksplorasi mineral pada kuartal III 2025 melalui dua anak usahanya. (Foto: Dok. PSAB)

Daftar Isi

  1. 01 Eksplorasi di Blok Bakan
  2. 02 Eksplorasi di Proyek Doup

KABARBURSA.COM – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melanjutkan kegiatan eksplorasi mineral pada kuartal III 2025 melalui dua anak usahanya, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan PT Arafura Surya Alam (ASA). Fokus kegiatan berada di wilayah Sulawesi Utara, mencakup area Blok Bakan dan Proyek Doup.

Corporate Secretary PSAB, Edi Permadi, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat basis sumber daya emas serta memetakan potensi cadangan baru di wilayah operasional perusahaan.

“Eksplorasi di dua wilayah ini dilakukan secara sistematis untuk menambah data geologi dan meningkatkan akurasi model sumber daya emas,” ujar Edi dalam laporan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 10 Oktober 2025.

Eksplorasi di Blok Bakan

Kegiatan utama dilakukan oleh JRBM di Blok Bakan, yang berlokasi di Desa Bakan, Matali Baru, Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta Desa Tobayagan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Kegiatan lapangan melibatkan tim geolog internal dan kontraktor lokal CV Tri Bersaudara, dengan pengawasan langsung dari tim eksplorasi senior.

Metode eksplorasi yang digunakan mencakup pemetaan geologi detail, analisis geokimia, serta survey geofisika menggunakan metode IPDD–Dipole-Dipole untuk mengukur resistivitas dan chargebility bawah permukaan. Analisis tambahan meliputi SWIR spectral dan XRF analysis terhadap contoh batuan hasil pemetaan.

Sepanjang periode Juli hingga September 2025, JRBM telah menyelesaikan 77 lubang bor dan 4 lubang tambahan yang masih dalam proses, dengan total kedalaman 15.135,6 meter. Selain itu, tim geofisika menyelesaikan pengukuran sepanjang 18.200 meter di 13 lintasan.

Hasil pengeboran menunjukkan kemenerusan tubuh mineralisasi di beberapa zona, termasuk Gunung Botak, Jalina, dan Main Ridge. Salah satu hasil signifikan berasal dari lubang BBD1875 yang menembus dua zona mineralisasi subgrade dengan kadar 0,23 g/t AuFA dan 0,19 g/t AuFA di kedalaman berbeda. Zona tersebut berpotensi menambah sumber daya di sisi timur area Bukit Berkah.

Sementara itu, lubang MRD1883 menunjukkan tiga zona mineralisasi baru dengan kadar emas hingga 0,41 g/t AuFA dan kadar tembaga 1.000 ppm Cu, yang diinterpretasikan sebagai bagian dari zona feeder mineralisasi.

Kegiatan kontrol kualitas (QA/QC) terhadap sampel batuan juga terus dilakukan, termasuk uji contoh kosong, duplikat lapangan, dan material tersertifikasi. Hasil pengujian menunjukkan seluruh prosedur preparasi dan analisa dinilai layak serta bebas kontaminasi.

Total biaya eksplorasi JRBM selama kuartal III 2025 tercatat sebesar USD1.022.374.

Eksplorasi di Proyek Doup

Selain itu, anak usaha PT Arafura Surya Alam (ASA) melanjutkan studi di area Proyek Doup, Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Fokus utama eksplorasi adalah penelitian specific gravity (SG) pada sampel batuan hasil pengeboran tahun sebelumnya.

Tim ASA melakukan perbandingan data SG antara hasil routine test dengan hasil pengujian di laboratorium Intertek, untuk memastikan konsistensi dan akurasi data. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan full core untuk pengukuran SG memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan half core, dengan rata-rata variance +3,72 persen.

Selain studi laboratorium, ASA juga melakukan pengukuran ulang terhadap 566 sampel half core dari program pengeboran 2023. Perbaikan nilai SG tersebut telah diintegrasikan dalam perhitungan sumber daya terbaru untuk memperkuat validitas model geologi di wilayah Doup.

Biaya eksplorasi ASA pada periode kuartal III 2025 tercatat sebesar USD123.718.

“Kami terus menjaga disiplin eksplorasi dengan pendekatan ilmiah yang ketat untuk memperkuat basis data sumber daya emas dan efisiensi operasi di wilayah Sulawesi,” pungkas Edi.

Secara keseluruhan, total biaya eksplorasi grup PSAB pada kuartal III 2025 mencapai USD1.146.092, atau setara dengan sekitar Rp18,4 miliar, seluruhnya dibiayai dari kas internal perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait