KABARBURSA.COM – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan laba bersih dua digit di tengah transformasi model bisnis rumah sakit berbasis diferensiasi layanan.
Strategi tersebut dijalankan melalui penguatan jaringan rumah sakit premium dan layanan kesehatan berbasis teknologi medis canggih.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, Presiden Direktur SILO David Utama mengatakan transformasi operasional menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype,” ujar David dalam keterangannya dikutip, Rabu, 13 Mei 2026.
SILO mencatat total pendapatan sebesar Rp12,8 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). EBITDA perusahaan naik 18,3 persen menjadi Rp2,8 triliun, sementara laba bersih meningkat 22,5 persen menjadi Rp1,1 triliun.
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah fase transisi operasional dan tekanan eksternal yang memengaruhi industri kesehatan. Manajemen menyebut transformasi Next Gen Siloam (NGS) menjadi salah satu pendorong utama peningkatan efisiensi dan penyelarasan layanan klinis di seluruh jaringan rumah sakit perusahaan.
Melalui strategi tersebut, SILO mulai membagi jaringan rumah sakitnya ke dalam dua arketipe utama, yakni Premium Network dan Value Network. Jaringan premium difokuskan untuk memperkuat layanan klinis spesialis, pengalaman pasien, serta investasi teknologi medis berstandar global.
Sementara Value Network diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan dengan pendekatan operasional yang lebih efisien dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Strategi ini disebut menjadi langkah SILO dalam menjaga pertumbuhan sekaligus memperluas penetrasi layanan kesehatan nasional.
Di sisi ekspansi, SILO mulai mengoperasikan Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC) yang difokuskan untuk layanan kesehatan lanjutan di Jawa Timur. Perusahaan juga melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar.
Manajemen turut memperkenalkan sejumlah teknologi medis baru, termasuk sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk mendukung layanan precision oncology. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan layanan medis kompleks yang selama ini masih banyak dicari pasien Indonesia di luar negeri.
David mengatakan transformasi tersebut menjadi awal perubahan yang lebih luas di dalam grup rumah sakit SILO. “Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar dia.
Meski membukukan pertumbuhan laba, RUPST SILO memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih perusahaan akan dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi operasional ke depan.
Dari sisi operasional, SILO saat ini mengelola 41 rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terdiri dari 15 rumah sakit di Jabodetabek dan 26 rumah sakit di luar Jabodetabek. Perusahaan juga memiliki 75 unit klinik untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.
SILO didukung lebih dari 2.000 dokter umum dan spesialis serta sekitar 10.000 tenaga perawat dan staf profesional. Perusahaan menyebut jumlah pasien yang dilayani mencapai hampir dua juta orang setiap tahun.
Sepanjang 2025 hingga 2026, SILO juga memperoleh sejumlah penghargaan internasional. Perusahaan masuk dalam daftar World’s Most Trustworthy Companies 2025 versi Newsweek dan meraih Silver Medal EcoVadis dengan skor 71.
Selain itu, SILO meraih empat penghargaan di ajang Healthcare Asia Awards 2026, termasuk Hospital Group of the Year – Indonesia serta Medical Tourism Hospital of the Year – Indonesia untuk BIMC Siloam Nusa Dua.
Perusahaan juga melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris dalam RUPST 2025. David Utama kembali menjabat sebagai Presiden Direktur, sementara posisi Presiden Komisaris Independen diisi Yasonna H. Laoly.(*)