Market Hari Ini 06 Oct 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Simak Rekomendasi Saham IPOT untuk Hari ini

ASII, JSMR, dan ICBP direkomendasikan untuk perdagangan Senin ini. Stabilitas ekonomi dan ekspektasi suku bunga jadi pendorong utama kenaikan harga saham.

Rekomendasi saham hari ini: ASII, JSMR, dan ICBP diproyeksikan menguat, didukung konsumsi, infrastruktur, dan potensi pelonggaran suku bunga global.

Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.)
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.)

KABARBURSA.COM - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengungkapkan ada beberapa saham potensial pada perdagangan pagi ini, Senin, 6 Oktober 2025. Saham yang direkomendasikan meliputi ASII, JSMR dan ICBP. 

PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksikan menguat dengan level masuk 5.825, target 6.075, dan batas risiko di bawah 5.700. ASII berpotensi diuntungkan oleh peningkatan konsumsi dan penjualan kendaraan setelah pemerintah menyiapkan stimulus untuk 30 juta keluarga. 

Proyek infrastruktur dan potensi pemangkasan suku bunga global turut mendorong peningkatan permintaan otomotif dan multifinance milik Astra. 

Sementara PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berpotensi positif dengan area masuk 3.840–3.890, target 4.100, dan batas risiko di bawah 3.750. 

JSMR diperkirakan diuntungkan oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan belanja infrastruktur pemerintah menjelang akhir tahun, serta ekspektasi penurunan suku bunga global yang dapat memperbaiki struktur pembiayaan proyek. 

Rekomendasi saham berikutnya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berpotensi menguat dengan level masuk 9.550, target 10.050, dan batas risiko di bawah 9.300. 

Stabilnya inflasi dan daya beli masyarakat menjadi pendorong utama, sementara penguatan Rupiah dan potensi pelonggaran moneter dapat memperbaiki margin keuntungan perusahaan. 

Obligasi pemerintah seri FR0100 juga direkomendasikan karena berpotensi mendapat dukungan dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dan domestik. 

Dengan inflasi yang terkendali serta cadangan devisa yang kuat, ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga semakin terbuka, mendorong penurunan imbal hasil dan meningkatkan minat investor terhadap obligasi tenor menengah ini. 

“Dengan kombinasi stabilitas ekonomi domestik dan potensi pelonggaran kebijakan global, prospek pasar Indonesia masih konstruktif hingga akhir tahun,” kata Imam.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait