Market Hari Ini 22 Aug 2024 Penulis: Redaksi KabarBursa Editor: Tim Editorial

SKIC Kuasai 55,24 persen Saham FASW, Jadi Pemegang Saham Utama?

SKIC Kuasai 55,24 persen Saham FASW, Jadi Pemegang Saham Utama?
SKIC Kuasai 55,24 persen Saham FASW, Jadi Pemegang Saham Utama?

Daftar Isi

  1. 01 Pergeseran Saham Besar-besaran
  2. 02 Pergerakan Saham dan Dampaknya
  3. 03 Status di Bursa
  4. 04 Profil Perusahaan
  5. 05 Masuk Papan Pantau BEI

KABARBURSA.COM - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) baru-baru ini mengalami perubahan besar dalam kepemilikan sahamnya yang melibatkan restrukturisasi internal yang signifikan. Pada 20 Agustus 2024, proses transisi saham yang penting terjadi antara dua entitas utama di bawah grup SCG Packaging: SCGP Solutions (Singapore) PTE LTD (SCGPS) dan Siam Kraft Industry Company Limited (SKIC).

Pergeseran Saham Besar-besaran

Dalam langkah strategis ini, SKIC berhasil mengakuisisi 55,24 persen saham FASW dari SCGPS. Total saham yang berpindah tangan mencapai 1.368.663.916 lembar dengan nilai transaksi monumental sebesar Rp7,527 triliun. Harga per saham dalam transaksi ini adalah Rp5.500.

Sekretaris Perusahaan FASW, Marco Hardy, menjelaskan bahwa peralihan ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal yang dilakukan oleh grup SCG Packaging.

"Transaksi ini adalah bagian dari restrukturisasi dalam grup kami. Tidak ada dampak signifikan terhadap operasional, aspek hukum, atau kondisi keuangan perusahaan," ujar Marco dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan Saham dan Dampaknya

Pada hari yang sama, saham FASW mengalami lonjakan harga hingga 10 persen menjadi Rp5.500 per lembar, mencatatkan level tertinggi dan terendah yang sama. Volume perdagangan mencapai 13.686.639 saham dengan frekuensi perdagangan satu kali.

Setelah transaksi besar ini, saham FASW mengalami sedikit kenaikan pada 21 Agustus 2024, yaitu 0,45 persen, menjadi Rp5.525 per saham.

Status di Bursa

Saat ini, saham FASW terdaftar di papan pemantauan khusus full call auction (FCA) di BEI. Ini karena saham tersebut memenuhi kriteria 6 dan 7, yang mencerminkan masalah dalam kepatuhan persyaratan free float dan likuiditas.

  • Kriteria 6: Saham tidak memenuhi persyaratan free float yang ditetapkan oleh bursa.
  • Kriteria 7: Saham menunjukkan likuiditas rendah, dengan nilai transaksi rata-rata harian kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir.

Profil Perusahaan

Sebagai catatan tambahan, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) adalah salah satu pemain utama di industri kertas kemasan di Indonesia. Dengan kapasitas produksi terpasang lebih dari 1,5 juta ton per tahun, perusahaan ini memproduksi berbagai jenis kertas kemasan, termasuk Kraft Liner Board (KLB) dan Corrugated Medium Paper (CMP), yang digunakan dalam pembuatan kotak kemasan, serta Coated Duplex Board (CDB) untuk kotak display.

Dengan restrukturisasi ini, SKIC kini menjadi pemegang saham utama di FASW, menandai babak baru dalam perjalanan perusahaan.

Masuk Papan Pantau BEI

Ada transaksi jumbo yang menarik perhatian di saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW). Baru-baru ini, pasar negosiasi mencatatkan transaksi besar untuk saham dengan kode FASW pada 20 Agustus 2024. Dalam transaksi tersebut, sebanyak 13,68 juta lot atau setara dengan 1,3 miliar saham FASW diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp7,5 triliun pada harga Rp5,5 miliar.

Yang menarik, jumlah saham yang diperdagangkan ini hampir sebanding dengan kepemilikan SCGP Solutions, pengendali saham Fajar Surya Wisesa, yang memegang 55,23 persen saham. Namun, saham tersebut masih tercatat di papan pemantauan khusus FCA, yang menunjukkan likuiditas yang rendah.

Rita Efendy, Founder of Indonesia Investment Education, menjelaskan bahwa saham FASW masuk dalam papan pemantauan khusus FCA karena likuiditasnya yang rendah dan tidak memenuhi persyaratan free float.

“Itulah alasan saham ini masuk dalam pemantauan FCA. Selain itu, salah satu komisaris Fajar Surya Wisesa juga baru saja mengundurkan diri,” ungkap Rita pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Selain itu, perusahaan juga akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 September 2024.

Fajar Surya Wisesa dikenal sebagai salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia, dengan produksi bahan untuk kotak karton dan kemasan display, serta kapasitas produksi lebih dari 1,5 juta ton per tahun.

Data dari RTI menunjukkan bahwa BCA Sekuritas menjadi satu-satunya broker yang menangani transaksi saham FASW hari itu. Saham FASW sendiri merupakan salah satu saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus FCA karena tidak memenuhi persyaratan Bursa Efek Indonesia terkait free float.

Dari sisi kinerja keuangan, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan hasil yang kurang memuaskan selama tahun 2023. Perusahaan ini membukukan kerugian sebesar Rp625,86 miliar, sementara penjualannya turun 29,08 persen year on year (yoy) menjadi Rp7,72 triliun dibandingkan Rp10,89 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan ini juga diikuti oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 22,25 persen yoy, dari Rp9,89 triliun menjadi Rp7,69 triliun. Akibatnya, laba bruto FASW menyusut drastis sebesar 97,18 persen yoy menjadi hanya Rp27,90 miliar, dari sebelumnya Rp991,96 miliar pada 2022.

Pada saat yang sama, perusahaan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp271,66 miliar dari Rp332,25 miliar di 2022. Namun, beban umum dan administrasi meningkat 7,80 persen menjadi Rp180,92 miliar, dibandingkan dengan Rp167,82 miliar pada tahun sebelumnya.

Pengunduran diri salah satu komisarisnya, Kitti Tangjitrmaneesakda, yang diumumkan pada 14 Agustus 2024, juga menjadi sorotan. Fajar Surya Wisesa menyatakan bahwa mereka akan menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul pengunduran diri tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
RE
KabarBursa.pro Editorial Team

Redaksi KabarBursa

Berita Terkait