Market Hari Ini 11 Nov 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

SOHO Tegaskan Tak Ada Informasi Material di Balik Lonjakan Saham

Kenaikan paling signifikan terlihat pada paruh kedua Oktober 2025, ketika saham SOHO mencatat lonjakan harian beruntun

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menegaskan tidak ada informasi material maupun aksi korporasi tersembunyi di balik lonjakan harga saham

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM — PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menegaskan tidak ada informasi material maupun aksi korporasi tersembunyi di balik lonjakan harga saham yang menyebabkan suspensi sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menilik data perdagangannya, dalam tiga bulan terakhir, saham SOHO mencatat lonjakan harga yang sangat signifikan.  Saham SOHO melonjak dari level sekitar Rp690 menjadi Rp2.040 per saham atau naik sekitar 195,65 persen. Kenaikan tajam ini terjadi secara bertahap sejak awal September 2025, di mana volume transaksi meningkat seiring masuknya minat beli investor pada sektor farmasi dan riset kesehatan.

Kenaikan paling signifikan terlihat pada paruh kedua Oktober 2025, ketika saham SOHO mencatat lonjakan harian beruntun hingga menembus level Rp2.000.

Direktur SOHO Yuliana menjelaskan, klarifikasi yang mereka lakukan merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi BEI setelah saham SOHO mengalami peningkatan harga kumulatif signifikan. "Public expose ini kami selenggarakan sebagai bentuk transparansi dan komitmen perseroan untuk selalu memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam acara public ekspose secara daring dikutip Selasa, 11 November 2025.

BEI sebelumnya mengeluarkan Pengumuman Nomor Peng-SPT-00341/BEI.WAS/102-5 tertanggal 24 Oktober 2025, yang menegaskan penghentian sementara perdagangan saham SOHO di pasar reguler dan tunai pada 27 Oktober 2025 dalam rangka cooling down akibat kenaikan harga yang tajam.

Dalam paparannya, Yuliana menyebut, manajemen telah menelusuri penyebab kenaikan tersebut dan tidak menemukan indikasi informasi material yang belum diungkapkan. "Kami juga telah mengkonfirmasi kepada para pemegang saham utama, yaitu Eng Liang Tan dan Medisia Investment Holdings Pte. Ltd., dan keduanya menyatakan tidak memiliki rencana untuk menjual atau mengalihkan kepemilikan sahamnya. Dengan demikian, tidak terjadi perubahan pengendalian di dalam perseroan," tegasnya.

Manajemen menilai fluktuasi harga saham lebih disebabkan oleh sentimen sektor kesehatan dan farmasi, likuiditas perdagangan yang terbatas, serta faktor makroekonomi yang lebih luas. "Kami terus menjaga kinerja yang stabil sesuai rencana bisnis dan berkomitmen terhadap keterbukaan informasi sesuai ketentuan OJK dan BEI," ujar Yuliana.

Saham SOHO sebelumnya tercatat melonjak signifikan sejak pertengahan Oktober 2025 sebelum akhirnya disuspensi. Perusahaan terakhir melaporkan pertumbuhan pendapatan semester I 2025 sebesar 6 persen secara tahunan menjadi Rp5,17 triliun, dengan laba bersih meningkat 29 persen menjadi Rp290 miliar, didorong efisiensi beban operasi dan peningkatan margin laba kotor menjadi 16,7 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait