Market Hari Ini 17 May 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

SSIA Teken Perjanjian Pengalihan Saham: Rp3,1 Triliun

SSIA Teken Perjanjian Pengalihan Saham: Rp3,1 Triliun
SSIA Teken Perjanjian Pengalihan Saham: Rp3,1 Triliun

Daftar Isi

  1. 01 Strategi Pengembangan Bisnis
  2. 02 Pembangunan Pelabuhan Patimban

KABARBURSA.COM - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bersama PT Anarawata Puspa Utama (APU) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru atas anak perusahaan PT Suryacipta Swadaya (SCS).

Dalam perjanjian ini, SSIA dan APU sepakat melakukan transaksi senilai total Rp3,1 triliun. Transaksi ini mencakup pengambilalihan sebanyak 55,80 juta saham SCS milik SSIA senilai Rp169,8 miliar serta pengambilan seluruh saham baru yang akan diterbitkan SCS sejumlah 962,70 juta saham dengan nilai Rp2,9 triliun oleh APU.

Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja bahwa setelah transaksi tersebut, SCS akan tetap menjadi anak perusahaan yang terkonsolidasi dalam SSIA. SSIA akan memiliki 1,77 miliar saham di SCS atau mewakili 63,5 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh di SCS. Seperti dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 17 Mei 2024.

"Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana transaksi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SSIA yang akan diselenggarakan pada 21 Juni 2024," ujar Johannes.

Johannes juga menjelaskan bahwa SSIA akan terus fokus mengembangkan bisnis guna mewujudkan visi "building a better Indonesia," salah satunya dengan menggandeng investor strategis yang memiliki visi dan tujuan yang sama.

"Kami optimistis bahwa langkah ini dapat membuat SSIA semakin besar dan memberikan manfaat lebih bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami," tambahnya.

Menurut Johannes, adanya investor strategis ini akan memperkuat struktur permodalan SCS dengan mengurangi hutang bank, mengurangi biaya bunga, serta menambah ekuitas, sehingga membuat SCS lebih kompetitif.

"SCS akan lebih cepat dalam pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan, sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli kawasan industri tersebut," jelas Johannes.

Pada 30 April 2024, BYD menjadi salah satu tenant utama Subang Smartpolitan, menempati area lebih dari 108 hektar, yang menandai langkah penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, di Suryacipta City of Industry Karawang, PT Yadea Teknologi Indonesia telah melakukan peletakan batu pertama untuk pabrik manufaktur mereka pada 13 Mei 2024, di area seluas 27 hektar, yang akan menjadi pabrik terbesar mereka di Asia Tenggara.

Perkembangan positif ini mendorong SSIA untuk meningkatkan target penjualan pemasaran sepanjang 2024 untuk Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan dari 65 hektar menjadi 184 hektar, dengan nilai penjualan setara Rp2,2 triliun.

Pada kuartal I-2024, SCS melaporkan pendapatan senilai Rp146,8 miliar, naik 85,8 persen year on year (yoy) dari Rp79,0 miliar pada kuartal I-2023. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan tanah yang melonjak 1.192,2 persen (yoy) menjadi Rp67,6 miliar dari sebelumnya Rp5,2 miliar.

Strategi Pengembangan Bisnis

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan anak perusahaannya, PT Suryacipta Swadaya, terus mengarahkan perhatian mereka pada pengembangan proyek kota mandiri Subang Smartpolitan di tahun 2024.

Hingga kuartal III-2023, SSIA mencatatkan penjualan pemasaran Subang Smartpolitan sebesar Rp 31 miliar, setara dengan penguasaan lahan seluas 2 hektar.

Erlin Budiman, VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, mengungkapkan bahwa Subang Smartpolitan memimpin dalam konsep cerdas dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Kawasan ini akan menggunakan teknologi dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Erlin menjelaskan bahwa proyek ini telah menarik perhatian dua penyewa dari Jepang dan Taiwan sejak diluncurkan pada November 2020.

Meskipun mengalami kendala pembangunan sejak diluncurkan pada 2020 karena dampak pandemi yang berlanjut hingga 2022, Erlin menyatakan kesuksesan mendapatkan penyewa pertama dari Jepang pada semester II-2022.

Erlin juga menekankan bahwa proyek Subang Smartpolitan akan mematuhi prinsip-prinsip Environment, Sustainability, dan Governance (ESG). Fokus utama mereka adalah menjadikan Subang Smartpolitan sebagai Kota Industri Cerdas, Hijau, dan Berkelanjutan.

Fase pertama dari Subang Smartpolitan dijadwalkan untuk beroperasi pada kuartal III 2024. SSIA telah mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2023 untuk mendukung pengembangan proyek Subang Smartpolitan ini.

Pembangunan Pelabuhan Patimban

PT Surya Semesta Internusa Tbk (kode emiten SSIA) menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Laut Patimban di Kabupaten Subang Jawa Barat melalui pembangunan kawasan industri dan jalan tol.

"Kami optimistis dengan rampungnya Pemilu 2019 pembangunan Patimban akan dilanjutkan untuk itu kami siap untuk memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur," kata Kepala Hubungan Investor SSIA, Erlin Budiman dalam penjelasannya kepada wartawan, di Jakarta,  Sabtu.

Erlin mengatakan untuk kawasan industri saat ini sedang proses pengadaan lahan dan saat ini sudah tersedia 100 hektar, serta akan dilanjutkan dengan 150 hektar lagi tahun ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait