Market Hari Ini 30 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Stok Minyak Sawit Malaysia Diperkirakan Turun ke 1,7 Juta Ton

MPOB prediksi stok minyak sawit Malaysia menyusut akibat perlambatan produksi musiman dan peningkatan ekspor musim perayaan.

Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan turun ke 1,7 juta ton akhir tahun, didorong ekspor naik dan produksi musiman menurun.

Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan turun dalam beberapa bulan mendatang dan menutup tahun di kisaran 1,7 juta ton metrik. (Foto: Dok. KabarBursa)
Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan turun dalam beberapa bulan mendatang dan menutup tahun di kisaran 1,7 juta ton metrik. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan turun dalam beberapa bulan mendatang dan menutup tahun di kisaran 1,7 juta ton metrik. 

Penurunan ini terjadi seiring perlambatan produksi musiman yang bertepatan dengan meningkatnya ekspor untuk memenuhi permintaan musim perayaan, demikian disampaikan regulator industri pada Senin.

Perkiraan penurunan stok di produsen minyak sawit terbesar kedua dunia setelah Indonesia ini diperkirakan akan menopang harga acuan yang belakangan tertekan akibat pasokan lebih murah dari minyak kedelai.

“Produksi mulai melambat, dan kami memperkirakan ekspor akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena permintaan musim perayaan,” ujar Direktur Jenderal Malaysian Palm Oil Board (MPOB), Ahmad Parveez Ghulam Kadir.

Produksi minyak sawit Malaysia biasanya menurun menjelang akhir tahun setelah kuartal ketiga yang kuat. Data MPOB menunjukkan stok minyak sawit Malaysia naik 4,18 persen secara bulanan pada Agustus menjadi 2,2 juta ton, tertinggi sejak Desember 2023.

Harga minyak sawit dalam beberapa pekan terakhir tertekan karena penurunan tajam harga minyak kedelai membuatnya relatif lebih mahal. Hal ini mendorong India, pembeli minyak sawit terbesar dunia, meningkatkan pembelian minyak kedelai untuk bulan-bulan mendatang.

Meski begitu, Kadir menambahkan harga minyak sawit kemungkinan tetap stabil dalam beberapa bulan mendatang karena ketidakpastian pasokan dari Indonesia. Ekspor dari Indonesia berpotensi terdampak oleh rencana penerapan program biodiesel B50 serta penyitaan lahan perkebunan sawit oleh pemerintah.

Indonesia saat ini mewajibkan kandungan minyak sawit 40 persen dalam biodiesel dan berencana menaikkannya menjadi 50 persen mulai tahun depan. 

Awal bulan ini, pemerintah Indonesia menyerahkan 674.178 hektare lahan perkebunan sawit kepada perusahaan negara Agrinas Palma Nusantara, sehingga total lahan yang diberikan mencapai 1,5 juta hektare.

Di sisi lain, program peremajaan kelapa sawit di Malaysia berjalan lambat. Untuk mempercepat, MPOB mendorong pemerintah menaikkan alokasi anggaran menjadi 280 juta ringgit pada 2026, dari 100 juta ringgit tahun ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait