Market Hari Ini 24 Apr 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

STOXX 600 Melemah Tipis, Pasar Eropa Dibayangi Risiko Energi

Kekhawatiran investor atas potensi gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran

Pergerakan bursa saham Eropa nyaris stagnan pada perdagangan. Arah pasar tertahan.

Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM -  Pergerakan bursa saham Eropa nyaris stagnan pada perdagangan. Arah pasar tertahan. Kekhawatiran investor atas potensi gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah data ekonomi yang melemah, menjadi penyeimbang bagi sentimen positif dari laporan kinerja korporasi.

Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,05 persen atau 0,32 poin ke level 614,20, sebagaimana dilaporkan Reuters dari Bengaluru, Jumat 24 April dini hari WIB.

Pergerakan indeks di kawasan berlangsung variatif. CAC 40 Prancis mencatat penguatan 0,87 persen atau 70,89 poin menjadi 8.227,32. Sebaliknya, DAX Jerman terkoreksi 0,16 persen atau 39,45 poin ke posisi 24.155,45, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,19 persen atau 19,45 poin ke level 10.457,01.

Ketegangan geopolitik kembali mencuat. Iran merilis rekaman yang memperlihatkan pasukan komando menyerbu sebuah kapal kargo—sebuah demonstrasi kekuatan sekaligus penegasan kontrol atas Selat Hormuz setelah pembicaraan damai mengalami kebuntuan. Perkembangan ini mempertebal kecemasan pasar terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang kian rapuh.

Secara keseluruhan, pasar saham Eropa masih tertahan di bawah level sebelum konflik meletus. Para analis menilai kawasan ini sangat rentan terhadap lonjakan harga energi, sebuah faktor yang terus membebani. Dampaknya terasa nyata. Kinerja pasar Eropa tertinggal dibandingkan Amerika Serikat, di mana indeks Wall Street masih bertengger dekat rekor tertinggi.

Head of Market Analysis RBC Brewin Dolphin, Janet Mui, menyoroti karakteristik industri di Eropa yang sangat dipengaruhi siklus ekonomi global. Menurutnya, sektor non-pertahanan menghadapi tekanan yang lebih intens akibat eksposur tinggi terhadap dinamika ekonomi dunia.

Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada disparitas kinerja antar sektor. Dampak perang. Tekanan inflasi yang kembali menguat. Serta prospek pertumbuhan yang mulai meredup—semuanya menjadi variabel krusial yang membentuk lanskap pasar Eropa saat ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait