Market Hari Ini 20 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Sudah UMA, Saham KBLV Justru Makin Meroket

Saham KBLV naik 24,72 persen ke Rp222 pada 20 Agustus 2025 meski BEI keluarkan UMA.

Saham KBLV naik 24,72 persen ke Rp222 pada 20 Agustus 2025 meski BEI keluarkan UMA.

Saham PT First Media Tbk (KBLV) kembali mencetak lonjakan tajam pada perdagangan Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: Dok. First Media)
Saham PT First Media Tbk (KBLV) kembali mencetak lonjakan tajam pada perdagangan Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: Dok. First Media)

Daftar Isi

  1. 01 Lonjakan Harga Saham Sejak Awal Agustus

KABARBURSA.COM – Saham PT First Media Tbk (KBLV) kembali mencetak lonjakan tajam pada perdagangan Rabu, 20 Agustus 2025. 

Harga saham KBLV naik 24,72 persen ke level Rp222 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp110,04 miliar. Volume perdagangan tercatat 510,48 juta lembar, jauh di atas rata-rata harian 87,51 juta lembar.

Kenaikan ini terjadi hanya sehari setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan Unusual Market Activity (UMA) atas saham KBLV pada 19 Agustus 2025. Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul lonjakan harga signifikan sejak awal bulan.

Dalam surat pengumuman, BEI menegaskan bahwa UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan. 

Namun, investor diminta untuk mencermati jawaban perusahaan tercatat atas permintaan klarifikasi bursa, menelaah kinerja dan keterbukaan informasi, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KBLV tersebut, kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut,” tulis pengumuman yang ditandatangani oleh Yulianoto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, serta Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI.

Informasi terakhir yang disampaikan perseroan kepada publik adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek tertanggal 7 Agustus 2025. 

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari manajemen First Media terkait lonjakan harga saham yang memicu pengawasan ketat bursa.

Bursa menegaskan, investor diminta untuk menelaah potensi corporate action yang mungkin sedang dipersiapkan oleh perusahaan dan memastikan telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) apabila diperlukan.

Lonjakan Harga Saham Sejak Awal Agustus

Berdasarkan data perdagangan, saham KBLV telah mengalami reli agresif sejak awal Agustus 2025. Pada 4 Agustus, harga saham tercatat Rp54. Dalam dua minggu berikutnya, harga melonjak lebih dari 300 persen hingga menyentuh Rp222 pada 20 Agustus.

Beberapa kenaikan harian signifikan terjadi pada 7 Agustus (+27,78 persen ke Rp92), 15 Agustus (+34,69 persen ke Rp132), 19 Agustus (+34,85 persen ke Rp178), hingga 20 Agustus (+24,72 persen ke Rp222).

Reli saham KBLV di tengah status UMA menjadi sorotan pelaku pasar. Pergerakan harga yang melonjak tajam dalam waktu singkat menandakan adanya minat tinggi dari investor ritel maupun institusi, meskipun dasar fundamental maupun aksi korporasi perusahaan belum jelas dipublikasikan.

Bagi trader, volatilitas tinggi pada saham KBLV memberikan peluang jangka pendek, namun juga meningkatkan risiko. Sementara bagi investor jangka panjang, pengumuman UMA dari BEI menjadi sinyal untuk lebih mencermati perkembangan informasi resmi perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait