Market Hari Ini 14 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Sukuk Rp700 Miliar Meluncur, Struktur Utang SMDR Jadi Sorotan

Samudera Indonesia menambah pendanaan baru saat aset, kas, dan ekspansi armada kapal terus meningkat hingga kuartal I 2026.

SMDR menerbitkan sukuk Rp700 miliar di tengah kenaikan aset, ekspansi kapal, dan posisi kas yang masih kuat pada kuartal I 2026.

SMDR memperkuat ekspansi bisnis pelayaran dan logistik melalui penerbitan sukuk baru senilai Rp700 miliar. (Foto: Dok. Samudera Indonesia)
SMDR memperkuat ekspansi bisnis pelayaran dan logistik melalui penerbitan sukuk baru senilai Rp700 miliar. (Foto: Dok. Samudera Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) kembali mencari pendanaan pasar modal melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp700 miliar. 

Langkah ini dilakukan di tengah ekspansi armada kapal dan penguatan aset perusahaan hingga kuartal I 2026.

Manajemen SMDR dalam prospektus tambahan menyampaikan penerbitan sukuk tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target dana mencapai Rp2 triliun. 

“Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 dengan sisa imbalan ijarah sebesar Rp700 miliar,” tulis manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi dikutip, Kamis, 14 Mei 2026.

Sukuk tersebut memiliki tenor tiga tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp57,75 miliar per tahun. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 21 Agustus 2026, sedangkan pelunasan pokok dilakukan secara penuh pada 21 Mei 2029 menggunakan skema bullet payment.

Di tengah aksi pendanaan tersebut, posisi neraca SMDR juga menunjukkan ekspansi yang masih berlangsung. Hingga kuartal I 2026, total aset SMDR naik menjadi Rp24,89 triliun dari Rp23,84 triliun pada akhir 2025.

Kenaikan aset terutama ditopang pertumbuhan aset lancar menjadi Rp11,17 triliun dibanding Rp10,42 triliun pada kuartal IV 2025. Pos kas dan setara kas tercatat mencapai Rp5,73 triliun, lebih tinggi dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar Rp5,31 triliun.

Piutang usaha turut meningkat menjadi Rp2,42 triliun dari Rp2,38 triliun. Sementara aset tetap perusahaan naik menjadi Rp8,52 triliun dibanding Rp8,38 triliun pada akhir 2025.

Pada sisi liabilitas, total kewajiban SMDR tercatat Rp11,54 triliun pada kuartal I 2026, naik dari Rp10,91 triliun pada kuartal sebelumnya. Liabilitas jangka panjang meningkat menjadi Rp6,43 triliun, sedangkan liabilitas jangka pendek mencapai Rp5,10 triliun.

Meski demikian, posisi ekuitas perusahaan juga bertumbuh menjadi Rp13,34 triliun dari Rp12,93 triliun pada akhir 2025. Saldo laba naik menjadi Rp9,04 triliun dibanding Rp8,72 triliun pada kuartal sebelumnya.

Dari sisi kesehatan keuangan, rasio lancar SMDR berada di level 2,19 kali pada kuartal I 2026. Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio tercatat 0,51 kali, sementara total liabilitas terhadap ekuitas berada di level 1,23 kali.

Data rasio juga menunjukkan SMDR masih memiliki posisi kas bersih. Net debt to equity ratio tercatat negatif 0,07 kali pada kuartal I 2026, mencerminkan posisi kas perusahaan masih lebih besar dibanding utang berbunga bersih.

Dalam prospektus tambahan, SMDR mengungkapkan terdapat sejumlah aksi korporasi setelah periode laporan keuangan 2025. Pada 30 Januari 2026, anak usaha Samudera Ship Holdings Pte Ltd menandatangani pinjaman berjangka sebesar USD30 juta untuk pembiayaan kapal.

Selain itu, anak usaha Samudera Japan K.K juga mendirikan entitas baru di Jepang bernama Blue Ocean Shipping Co. Ltd pada Februari 2026. Perusahaan tersebut kemudian menandatangani pembelian dua kapal kontainer yang telah diserahkan pada 17 Maret 2026.

Manajemen menyebut seluruh kewajiban utang yang jatuh tempo akan dipenuhi menggunakan arus kas operasional dan cadangan kas perusahaan. Hingga saat ini, SMDR juga menyatakan tidak pernah mengalami gagal bayar dalam dua tahun terakhir dan masih memenuhi kategori layak investasi untuk penerbitan sukuk.

SMDR saat ini memiliki jaringan operasional yang tersebar di 77 wilayah Indonesia dan 17 wilayah internasional, termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, India, Australia, hingga Uni Emirat Arab. 

Ekspansi armada dan pendanaan baru menjadi bagian dari penguatan bisnis pelayaran dan logistik terintegrasi perusahaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait